Blog Dream of Love berisikan tentang Cinta, Informasi, Artikel keluarga dan Berita aktual terkini

Bengong Salah Satu Gejala Epilepsi


Informasi kesehatan. Apakah epilepsi itu? dan apakah bengong juga termasuk Jenis Epilepsi?

Epilepsi atau ayan atau sawan identik dengan orang yang mengalami kejang-kejang. Tapi ternyata jenis epilepsi tak hanya kejang-kejang saja, karena sering bengong yang sampai sebengong-bengongnya juga salah satu jenis epilepsi. Epilepsi adalah kejang spontan sebanyak 2 kali atau lebih tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini disebabkan oleh adanya listrik di otak yang berlebihan. Epilepsi dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan serangannya yaitu epilepsi umum (kesadaran terganggu) dan epilepsi parsial.

Salah satu jenis epilepsi umum adalah petit mal (absence) yang mana pasien tampak hilang kesadaran sesaat (bengong), biasanya terjadi hanya beberapa detik saja tapi bisa berulang-ulang dalam 1 hari. "Serangan bengong ini bisa puluhan kali dalam sehari kadang bisa mencapai 30 kali," ujar Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari divisi saraf anak, Departemen Ilmu Penyakit Anak UI dalam acara seminar media 'Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi' di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.

Dr Hardiono menuturkan orang yang terkena serangan bengong biasanya tidak sadar ketika ada orang yang berusaha untuk menyadarkannya seperti melambai-lambaikan tangan di depan wajahnya. Tapi nanti ia akan sadar sendiri, lalu bisa mengalami serangan bengong kembali. "Serangan bengong ini bisa dicetuskan dengan menarik napas dalam dan menghembuskannya, kondisi ini tidak merusak otak dan umumnya sangat mudah untuk diobati," ujar Dr Hardiono.

Sementara jenis epilepsi umum lain yang banyak ditemui adalah epilepsi tonik klonik yaitu epilepsi yang mengalami kejang-kejang atau kelojotan seluruh tubuh yang kadang disertai dengan mulut berbusa. "Kondisi ini harus dihentikan secepatnya karena jika ia mengalami kejang sampai 15-30 menit maka bisa menyebabkan kerusakan otak. Tapi bagi dokter kondisi ini lebih mudah untuk diobati," ungkapnya.

Selain itu ada pula epilepsi tonik yaitu serangan berupa kejang atau kaku seluruh tubuh, epilepsi atonik yaitu serangan berupa tiba-tiba jatuh seolah-olah tidak ada yang menahan, dan mioklinik yaitu berupa kontraksi dari salah satu atau beberapa otot tertentu. Sedangkan untuk epilepsi parsial (fokal) terjadi hanya pada 1 sisi saja akibat kelebihan listrik di satu daerah tertentu di otak, namun biasanya orang masih bisa sadar. Misalnya mengalami kejang-kejang hanya di bagian tubuh sebelah kiri, kejang-kejang di mulut.

"Terdapat pula catamenial epilepsi yang menyerang perempuan dengan serangan berulang pada periode menstruasi," ujar dr Lyna Soertidewi, SpS(K) MEpid dari Departemen ilmu penyakit saraf UI.  Dr. Lyna menuturkan perempuan yang mengidap epilepsi jenis ini mengalami tingkat emosi yang meningkat tajam saat menstruasi, karena adanya perubahan konsentrasi dari hormon estrogen dan progesteron. "Hormon estrogen diketahui sebagai pro kompulsif sedangkan progesteron sebagai kontra kompulsif. Biasanya diketahui dengan membuat diari menstruasi selama 6 bulan dan lihat kejang (seizure) yang terjadi," ujar dr Lyna.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.  


22 comments:

  1. wahhh,, ternyata bengong bisa penyakit ayan yahh.?

    wah, info yang mantab ni.. :) bagi pembaca semoga ikutin tips di atas, jangan suka bengong,

    happy blonggi sob.. :)

    ReplyDelete
  2. sobat saya mau nanya, benggong sama ngelamun itu sama atau beda ?
    masa kalau ngelamun bisa kena epilepsi, sereem ..

    ReplyDelete
  3. wah makasih infonya ya sob :)
    Absen malam

    ReplyDelete
  4. @ubay bingokil: iya betul banget, jangan suka bengong, mending blogwalking aja hehehehe

    @Albab: Perbedaannya: Kalau bengong itu terdiam dan pikirannya kosong, kesadarannya agak berkuramg pada saat itu. Saat disapa atau dipanggil dia akan lama merespon.

    Kalau melamun itu: terdiam tapi sedang memikirkan sesuatu, misalnya memikirkan kekasih hatinya yang jauh di sana. Dia masih memiliki kesadaran saat itu, dan lamunannya akan hilang, pada saat ada yang menyapa atau memanggilnya.

    @Black Angel Syndicate: ok dech, makasih juga kunjungan dan komentarnya.

    ReplyDelete
  5. Ternyata bisa begitu ya sob..
    Maaf link sobat baru terpasang sekarang...Coba dicek kembali di Sahabat CARDIACKU™
    Follow juga sukses sob

    ReplyDelete
  6. wah.. ayan? mesti waspada, jangan dekat2 sama org bengong :D

    ReplyDelete
  7. Trimakasih informasinya sobat, dengan membaca ini, saya akan lebih berhati-hati dan ga akan bengong lagi, mending jalan-jalan kalau lagi suntuk. Karena dulunya saya suka bengong kalau lagi Badmood.

    ReplyDelete
  8. Wah saya sering bengong kalo buka laptop (saya bengong pa bingung y)

    ReplyDelete
  9. Wah bahaya juga sekalinya bengong ini bisa-bisa epilepsi, thanks bgt yah mbak infonya, saya gak bakal bengong lagi deh..

    lanjutkan Mbak


    Anak gila Online

    ReplyDelete
  10. wah ga mau bengong ah
    takut kena epilepsi....

    ReplyDelete
  11. setiap saya berkunjung ke blog ini, pasti selalu menyajikan informasi dan pengetahuan yg bermanfaat, btw nice share mbak...happy blogging

    ReplyDelete
  12. kalo bukan dari artikel ini saya gak tahu lho kalo bengong ternyata pertanda epilepsi :)
    ...bagus mbak artikel dunia sehatnya

    ReplyDelete
  13. untung saja bengong beda sama ngelamun.... thank infonya sob

    ReplyDelete
  14. slmt pagi sob..infonya bagus..o ya gan apa bedanya ya antara bengong, melamun dan berhayal..maaf gan...salam

    ReplyDelete
  15. @Indonesia Ku: Perbedaannya: Kalau bengong itu terdiam dan pikirannya kosong, kesadarannya agak berkuramg pada saat itu. Saat disapa atau dipanggil dia akan lama merespon.

    Kalau melamun itu: terdiam tapi sedang memikirkan sesuatu, misalnya memikirkan kekasih hatinya yang jauh di sana. Dia masih memiliki kesadaran saat itu, dan lamunannya akan hilang, pada saat ada yang menyapa atau memanggilnya.

    Kalo berkhayal: Terdiam dan berangan-angan, seolah-olah pikirannya sedang melayang-layang ke suatu masa atau ia melihat sesuatu yang hanya dalam angan-angan saja. Misal berkhayal jadi orang kaya, berkhayal ketemu sama pujaan hatinya. Padahal yang sesungguhnya dia blm kaya atau dia blm bertemu pujaan hati yang didalam khayalannya itu.

    @ All My friend yang komentar: Thanks banyak ya atas komentar di artikel ini.

    ReplyDelete
  16. trimakasih jawabannya gan...salam..

    ReplyDelete
  17. Infonya menarik ni gan.
    ternyata bengong, berhayal sama melamun itu beda.

    ReplyDelete
  18. wah sangat menakutkan sekali ini,ini gejala atau sudah terbukti??

    ReplyDelete
  19. waah bahaya jga ea?ter,nyata begong ada gejala nya jga.

    ReplyDelete