Blog Dream of Love berisikan tentang Cinta, Informasi, Artikel keluarga dan Berita aktual terkini

Olahraga Lari Dapat Menurunkan Resiko Penyakit Degeneratif



Apakah penyakit degeneratif itu? Mengapa olahraga sederhana ini mencegah penyakit degeneratif? Yuk Kita bahas bersama. Orang berberat tubuh 71 kilogram yang melakukan lari sejauh 5 kilo-meter akan membakar 384 kalori di tubuhnya. Adapun jika orang tersebut bersepeda dengan jarak yang sama, kalori yang dapat dibakarnya hanya 136 kalori. Itulah salah satu manfaat berlari sehingga menurunkan berbagai risiko penyakit degeneratif yang terkait dengan kelebihan lemak tubuh, seperti diabetes, jantung, stroke, dan hipertensi.

Manfaat lainnya:

* Meningkatkan mood dan intelektualitas, karena meningkatkan sirkulasi darah di otak.

* Meningkatkan kapasitas dan gairah seks, karena meningkatkan sirkulasi darah ke genital, sehingga lebih sensitif, ereksi lebih keras, dan tahan lama.



PERHATIAN (BILA USIA 35 TAHUN+)

* Risiko cedera lutut, otot pinggang, punggung, dan perut ber tambah. Sebab, seluruh tubuh mengalami penurunan hormon, termasuk otot paha depan dan belakang.

* Bagi yang kelebihan berat badan, berbahaya jika lari langsung “digeber”.



KONSUMSI ANTIOKSIDAN

* Proses pembakaran lemak akan menyebabkan tubuh memproduksi radikal bebas.

* Harus mengkonsumsi antioksi dan sebelum dan sesudah lari.

* Antioksidan: teh hijau atau kopi (sebelum lari).



HINDARI MAKAN INI

* Karbohidrat sederhana.

* Protein yang digoreng

* Makanan atau minuman yang memproduksi radikal bebas, misalnya gula dan tepung.

* Radikal bebas bila ber temu dengan kolesterol akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.



YANG BAIK DIKONSUMSI

* Makanan pokok: nasi merah, ubi, singkong, dan pisang.

* Buah-buahan, tiga kali sehari.

* Air minum dengan teknik destilasi atau absorpsi (boleh ditambahkan oksigen).

* Suplementasi hormon (konsultasi dengan dokter spesialis antiaging atau spor t nutrition).



STRATEGI LARI

* Lakukan dengan ber tahap. Mulai lari dari 15 menit, tiga kali seminggu, kemudian meningkat secara ber tahap.

* Tambahkan latihan beban secara menyeluruh untuk mencegah cedera. Terutama untuk otot paha depan, paha belakang betis, dan perut ser ta pinggang belakang.

* Peak training, latihan dengan target maksimal cukup sekali seminggu, agar tubuh mengalami pemulihan.

Hindari wilayah tengah kota atau suasana rawan polusi, karena kaya akan radikal bebas.

SUMBER: DOKTER PHAIDON L. TORUAN



10 CARA MENCEGAH CEDERA SAAT BERLARI

1. Pemanasan dengan jalan jarak pendek sebelum peregangan.

2. Peregangan sebelum dan sesudah lari, terutama peregangan pa

3. Akhiri lari dengan berjalan kaki jarak pendek.

4. Jangan berlari setiap hari.

5. Berlarilah pada permukaan tanah yang datar.

6. Perpendek langkah Anda.

7. Lakukan latihan peregangan pada hari Anda tidak berlari.

8. Pakailah sepatu yang tepat.

9. Cukupi asupan nutrisi pada makanan atau dari suplemen.

10. Selalu minum air putih yang cukup.



KAPAN HARUS KE DOKTER?

* Sakit ber tambah parah, terjadi pembengkakan atau mati rasa pada bagian yang cedera.

* Area yang cedera tak bisa mengangkat beban.

* Persendian tak normal atau tak stabil.



BAGAIMANA MENANGANI SENDIRI

CEDERA RINGAN

Lakukan metode RICE (rest, ice, compression, elevation) untuk mengatasi sakit,mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan.

* Tangani cedera sesegera mungkin.

* Teruskan penanganan setidaknya untuk 48 jam.

Rest: Segera beristirahat, hentikan latihan, kurangi aktivitas harian; gunakan tongkat ketiak jika perlu.

Ice: Tempelkan kompres es pada bagian yang cedera selama 20 menit, setidaknya empat kali sehari.

Compression: Bebat area yang cedera memakai pembungkus yang elastis untuk menekan benjolan agar darah kembali kepembuluh darah.

Elevation: Angkat area yang cedera hingga lebih tinggi daripada jantung untuk mengurangi pembengkakan.



LATIHAN SEMASA PEMULIHAN CEDERA

Jika cedera sudah ditangani dan Anda tidak lagi membutuhkan es atau mengangkat area cedera, Anda bisa berolahraga sambil memulihkan diri.

Gunakan bola keseimbangan untuk peregangan dan pengepalan.

Beban pergelangan untuk kebugaran lengan.

Karet resistance tube untuk kebugaran punggung, pundak, lengan, dan paha.

Berjalan di treadmill dengan kecepatan yang meningkat.

Beralih dari treadmill ke elliptical machine.









SUMBER: AMERICAN COLLEGE OF SPORTS MEDICINE |

NORTH AMERICAN JOURNAL OF SPORTS PHYSICAL THE-

RAPY | ABOUT.COM | RUNNER’S WORLD | NICHOLAS INSTI-

TUTE OF SPORTS MEDICINE AND ATHLETIC TRAUMA | ME-

DLINEPLUS | PUBMED.GOV | SMOOTH FITNESS | DR JOHN

BARNES | THE PORTLAND CLINIC | ATLAS OF HUMAN ANA-

TOMY

No comments:

Post a Comment