Blog Dream of Love berisikan tentang Cinta, Informasi, Artikel keluarga dan Berita aktual terkini

Menanggulangi Bahaya Usus Buntu



Artikel Kesehatan. Berikut ini ada tanda dan gejala penyakit usus buntu. Gejala Usus Buntu yang Harus Diwaspadai

 1. Nyeri perut di sebelah kanan, mulai dekat pusar dan bergerak lebih rendah ke kanan.

 2. Nyeri ini sering muncul tiba-tiba dan membuat orang terbangun pada malam hari.

 3. Jika sudah akut, rasa sakit ini akan meningkat dalam hitungan jam.

 4. Rasa nyeri akan sangat terasa saat dilakukan tes mengangkat kaki kanan dan menekuk lutut hingga ke atas.

 5. Hilangnya nafsu makan

 6. Mual

 7. Muntah

 8. Sembelit

 9. Perubahan gerak peristaltik, termasuk tidak mampu buang gas, dan diare

 10. Demam ringan

 11. Perut bengkak

 12. Sering buang air kecil atau justru kesulitan dan merasa nyeri saat buang air kecil

13. Gejala Lain Saat Ganguan Usus Buntu Muncul

Nyeri yang amat hebat di perut kanannya. “Nyeri dan perih, seperti saat kena penyakit maag. Namun ini lebih menyiksa. Dirumah sakit dan menjalani pemeriksaan. Dari berbagai pemeriksaan,seperti tes darah dan tes mengangkat lutut kanan tinggi-tinggi, diagnosis mengidap infeksi usus buntu dan harus menjalani operasi. Akibat ulah si usus buntu atau umbai cacing.

Usus buntu sering dikaitkan dengan konsumsi beberapa buah yang mengandung biji-bijian, misalnya jambu biji, tomat, dan cabai.

Padahal belum ada penelitian yang memberi konfirmasi bahwa biji-bijian inilah yang menjadi penyebab penyakit usus buntu.

Penyakit usus buntu ini disebabkan oleh peradangan yang diikuti dengan pembengkakan di usus buntu. Peradangan ini karena penyumbatan yang ditimbulkan oleh kotoran seperti sisa makanan atau feses yang tersasar, parasit yang berkembang biak, lalu menyumbat lumen atau cairan umbai cacing

Sumber peradangan ini juga muncul akibat jaringan getah bening yang membesar di dinding usus buntu karena infeksi saluran pencernaan atau tempat lain. Usus buntu yang meradang akan membahayakan jika tidak segera dihilangkan. Usus buntu bisa pecah dan infeksi bisa menyebar ke seluruh perut.

Siapa pun bisa terkena penyakit ini, baik anak-anak mulai usia 10 tahun maupun pada orang dewasa.

Namun prevalensinya, laki-laki satu setengah kali cenderung sering terkena usus buntu ketimbang perempuan. Terutama pada laki-laki remaja dan dewasa.

Umumnya penderita akan merasakan gejala klasik yang mudah diidentifikasi.Terutama nyeri perut disebelah kanan, mulai dekat pusar dan bergerak lebih rendah ke kanan.

Nyeri ini sering muncul tiba-tiba dan membuat orang terbangun pada malam hari. Rasa sakit ini akan meningkat dalam hitungan jam. Dengan sejumlah gejala tersebut, dokter biasanya akan menanyakan riwayat penyakit dan memeriksa fisik si penderita. Dokter akan melihat perut pasien dan meraba perut bagian bawah untuk melihat pembengkakan. Dokter akan member tekanan pada daerah tertentu diperut tersebut.

Umumnya dokter juga akan memeriksa tanda psoas penderita. Penderita diminta menekuk lutut kanannya untuk mengangkat paha kanan tinggi-tinggi sambil berbaring. Hal ini untuk melihat tingkat keparahan dari infeksi ini. Tapi pada perempuan usia subur juga dimungkinkan diminta menjalani pemeriksaan panggul. Dokter perlu memperjelas, apakah nyeri yang terjadi karena usus buntu atau penyakit ginekologi yang kadang kala gejalanya tidak terlalu berbeda.

Diagnosis juga bisa dilakukan dengan cara memeriksa dubur dan tes darah untuk memeriksa tanda-tanda infeksi. Jika memang belum yakin, biasanya akan dianjurkan menjalani pemeriksaan radiologi dengan USG atau CT scan.

Untuk menyembuhkan penyakit itu jika sudah akut, dokter biasanya akan langsung menyarankan pasien menjalani tindakan operasi. Bayangan pisau bedah sering membuat pasien mundur dan mencari alternatif pengobatan lain tanpa operasi.

Pengobatan non-operasi masih dimungkinkan jika kondisi si penderita tak cukup sehat untuk operasi atau diagnosis tak jelas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perawatan non-operasi juga lebih baik. Yakni mengobati infeksi dengan antibiotik dan diet cairan hingga infeksi mereda. Diet lunak rendah serat dan mudah rusak pada saluran pencernaan.

Jika infeksi cukup parah, mau tak mau operasi atau pembedahan untuk memotong umbai cacing ini harus dilakukan. Operasi bisa dilakukan dengan insisi terbuka atau dengan laparoscopy, yakni denganmembuat beberapa sayatan kecil yang dibuat sesuai dengan ruang lingkup bedahnya.

Penderita infeksi usus buntu akan sembuh dalam waktu 4-6 bulan. Meski tak perlu perubahan diet, olahraga, atau gaya hidup, penderita harus membatasi aktivitas fisiknya untuk pemulihan jaringan.

Pada masa pemulihan, penderita harus menjauhi dulu makanan yang merangsang, misalnya makanan pedas. Namun, setelah itu,penderita boleh makan apa saja tanpa ada pantangan.

Tidak ada cara yang terbukti ampuh untuk mencegah, tapi dianjurkan mengkonsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur dan buah.

Makanan berserat tinggi ini membantu menurunkan risiko tersebut. Sayuran hijau, seperti kubis, kembang kol, kacang polong, kacang-kacangan, dan tomat, membantu melindungi serangan radang usus buntu.


Tips  Menjaga Kesehatan Pencernaan

Pencernaan tak hanya ber tugas menghancurkan makanan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Tapi pencernaan juga punya hak untuk dijaga kesehatannya agar bisa berfungsi dengan baik. Berikut ini caranya.

1. Banyak makan makanan berserat tinggi.

2. Jaga keseimbangan antara serat larut dan tak larut dalam pola makan.

3. Batasi makanan yang tinggi lemak.

4. Pilih daging yang sedikit berlemak.

5. Masukkan bakteri sehat probiotik dalam diet Anda.

6. Makanlah sesuai dengan jadwal yang tepat.

7. Cukupi kebutuhan cairan, hindari dehidrasi.

8. Hindari kebiasaan buruk, seperti merokok serta banyak minum kopi dan alkohol.

9. Rutin berolahraga.

10. Kelola stres dengan baik. Stres dan kecemasan bisa membuat pencernaan bergerak terlalu cepat.

EVERYDAYHEALTH | UTAMI

Berdasarkan analisis data terhadap jawaban kuesioner 219.123 pria dan 168.999 perempuan, disimpulkan bahwa makanan berserat memang bisa mengurangi risiko penyakit infeksi, sindrom metabolisme, masalah pembuluh darah, pernapasan, ser ta penyakit lainnya. Setelah sembilan tahun sejak penelitian itu dimulai, ditemukan bahwa risiko penyakit-penyakit ini berkurang dari 24 persen menjadi 56 persen pada kelompok pria dan dari 34 persen menjadi 59 persen pada kelompok wanita dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat. Penelitian ini diterbitkan oleh Archives of Internal National Institutes of Health-AARP Diet and Health Study secara online, Februari 2011.




No comments:

Post a Comment