Blog Dream of Love berisikan tentang Cinta, Informasi, Artikel keluarga dan Berita aktual terkini

Mari Waspada Terhadap Anemia


Anemia atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kurang darah merupakan suatu gejala yang disebabkan karena kurangnya zat besi di dalam tubuh. Zat besi sendiri merupakan bahan dasar dalam pembentukan hemoglobin pada darah.

Waspadalah jika sering mengantuk, letih, lesu, lelah, dan tidak bersemangat ketika melakukan aktivitas. Bisa jadi anda terserang anemia alias kekurangan volume darah. Saatnya melawan anemia karena jika dibiarkan akan berakibat fatal.

Rendahnya kandungan besi (Fe) pada tubuh penderita anemia menyebabkan sel darah merah yang diproduksinya pun sedikit. Padahal fungsi sel darah merah sangatlah penting, yaitu sebagai sarana transportasi zat gizi terutama oksigen. Itulah sebabnya mengapa orang anemia sering terlihat lemah, letih, lesu karena pasokan oksigen untuk melakukan seluruh aktivitasnya sangat minim.

Dilansir dari Health, Rabu (29/7/2009) anemia dapat disebabkan karena luka berat, menstruasi yang berlebihan, tindakan pembedahan, kecelakaan, terlalu sering menjadi donor darah bahkan melahirkan.

Anemia juga dapat timbul karena kerusakan sel darah merah akibat kurang gizi, terdapatnya patogen atau zat beracun, kanker pada organ penyimpanan serta pembentukan darah seperti hati,limpa, sumsum tulang. Hemofilia, thalassemia adalah beberapa contoh penyakit genetik yang dapat menimbulkan kondisi anemia.

Beberapa orang mungkin tidak sadar mereka menderita anemia. Penderita biasanya tidak menghiraukan gejala anemia pada bulan-bulan awal, namun karena gejalanya yang berkepanjangan, mereka pun segera menyadarinya.

Tidak hanya bawaan lemah, letih, lesu atau malas, gejala anemia juga dapat menjadi lebih parah jika tidak ditangani segera, seperti sesak nafas, sakit kepala, sakit mulut dan gusi, kuku rapuh beberapa masalah lainnya.

Siapapun dapat terkena anemia. Namun mereka yang rentan terkena anemia diantaranya adalah ibu hamil yang jarang mengonsumsi daging, wanita atau pria dewasa di atas 75 tahun dan juga anak-anak dalam masa pertumbuham yang asupan makanannya kurang mengandung zat besi, vitamin B12 dan asam folat.

Anemia dapat diketahui dengan melakukan pengamatan terhadap mata atau tes kimia darah di laboratorium. Beberapa indikator yang sering digunakan adalah kadar serum ferritin (SF) dan kadar hemoglobin (Hb).

Bagi pria atau wanita yang memiliki kadar serum ferritin di bawah 12 mcg/l dikategorikan menderita anemia. Anemia oleh wanita dengan kadar Hemoglobin kurang dari 12 g/dl dan pria dengan Hb kurang dari 13 g/dl.

Penanganan anemia tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya adalah kurangnya zat besi, maka obatnya cukup mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan besi. Zat gizi yang dibutuhkan tubuh seperti daging merah, hati, sayuran hijau, telur, sarden, bayam, brokoli, kubis, roti gandum, keju dan kacang-kacangan.

Penggunaan suplemen penambah zat besi dapat saja digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan, namun sebaiknya diresepkan oleh dokter, apalagi jika akan memberikannya pada anak-anak. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi atau timbulnya kondisi lain yang membahayakan bagi penderita.

Mulai sekarang perbanyaklah asupan makanan yang kaya zat besi dan nikmatilah hidupmu dengan penuh semangat. Semoga kita terhindar dari anemia. Biasakan pola hidup sehat agar kesehatan kita terjaga dengan baik.








No comments:

Post a Comment