Blog Dream of Love berisikan tentang Cinta, Informasi, Artikel keluarga dan Berita aktual terkini
Showing posts with label rumah tangga. Show all posts
Showing posts with label rumah tangga. Show all posts

Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah Warahmah


Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan rumah tangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan berkah. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan, percerian, dan juga derita.

Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan harapan, tapi butuh kesungguhan. Mengerahkan segala kemampuan untuk mewujudkannya. Butuh kerja keras dan kemauan yang kuat untuk mewujudkannya.

Ada beberapa indikasi yang bisa menghantarkan keluarga menjadi keluarga yang bahagia:

-Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud , keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia, terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT kelak di surga. Jadikan berkumpulnya anggota keluarga di surga sebagai motivasi dalam meningkatkan amal ibadah.

-Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Bekali anak-anak sedari kecil dengan ilmu dan jadilah orang tua yang senantiasa menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.

-Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Kita harus tahu persis, semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar menjadikan kekayaanya saling menasehati, saling memperbaiki, serta saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Setiap koreksian bahkan pujian yang diberikan oleh keluarga pada kita patut kita syukuri. Kenapa? Karena mereka adalah bagian terdekat kita, paling tahu keseharian kita seperti apa. Sehingga kritikan, koreksian, nasihat yang diberikan, dan bahkan pujian adalah lebih dekat pada keadaan diri kita yang sebenarnya.
Banyak orang yang terpedaya oleh pujian dari orang lain. Jika mendapat sanjungan dari guru sebagai murid teladan, itu penilaian semu, guru tidak tahu keadaan kita. Kalau kita mendapat penghargaan dari pemimpin, pemimpin tahu apa? Dia tidak tahu keseharian kita. Dengan demikian , kalau ingin mengukur penghargaan yang sebenarnya, lihat dari tanggapan orang yang paling dekat dengan kita. Kalau seorang suami bisa memuji atau seorang istri memuji suami, begitupun dengan seorang anak memuji orang tuanya, itu patut kita syukuri. Karena itu dekat dan tahu keseharian kita. Apabila sebuah keluarga mulai saling menasehati, maka keluarga bagaikan cermin yang akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga.

-Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga kita sebagai contoh bagi keluarga yang lain. Berbahagialah jika keluarga kita dijadikan contoh teladan bagi keluarga yang lain. Itu berarti, masing-masing anggota keluarga senantiasa menuai pahala dari setiap orang yang berubah karena kita sebagai jalan kebaikannya. Saling berlomba-lombalah dalam memunculkan kemuliaan di keluarga.

Nah saudaraku, berambisilah untuk menjadikan keluarga kita penuh dengan limpahan karunia Allah. Ikhlaskan semua yang kita lakukan. Niscaya keridhaan Allah bersama kita. Amiin. Wallahu a’lam bishawab.





Referensi: http://raderi.blogsome.com

Pria Idaman, Pendamping Tepat



Memiliki pendamping yang berkualitas sangatlah membahagiakan. Bukankah demikian? Bagi Anda yang belum menikah, segera cek apakah pasangan saat ini memiliki kriteria sebagai suami berkualitas di masa mendatang.


1.Jujur
Memiliki pasangan yang jujur bisa memberikan ketenangan batin. Jangan sampai kekasih yang akan dijadikan suami menyimpan rahasia dari Anda. Keterbukaan adalah kunci keharmonisan dalam rumah tangga.

2.Selalu Memberikan Dukungan
Dukungan dari kekasih adalah penyemangat hidup seseorang. Begitupula jika dia telah menjadi suami di masa depan. Suami yang selalu memberikan dukungan pada istrinya bisa menjadi kunci pernikahan berhasil.

3.Punya kepribadian menyenangkan
Apakah calon suami punya selera humor yang baik, atau tidak mudah diajak bercanda? Ia adalah orang yang akan menemani Anda menghabiskan sisa hidup. Jika Anda tidak menikmati kebersamaan dengannya sekarang, 10 atau 20 tahun lagi hubungan Anda bisa makin hambar. Pernikahan selalu diwarnai suka dan duka, tapi setidaknya ada saat-saat tertentu pasangan bisa membahagiakan Anda.

4.Pekerja keras.
Tugas seorang pria adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Meski saat ini kebanyakan wanita juga berkarier untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, seorang pria tetap memikul tanggung jawab utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pria yang malas dan bukan tipe pekerja keras hanya akan membuat rumah tangga Anda terpuruk. Untuk itu, cobalah selektif dalam memilih suami. Tapi, bukan berarti Anda hanya mengharapkan pria kaya untuk dijadikan pasangan hidup. Cari pria yang mau bekerja keras untuk keluarganya.

5.Mencintai setulus hati dan apa adanya.
Mencintai segala kekurangan yang ada pada diri seseorang akan lebih baik daripada mencintai kelebihannya. Jika pria menyukai wanita dari kecantikannya, suatu saat rasa cintanya bisa saja pudar seiring dengan pudarnya kecantikan Anda. Namun, jika dia bisa menerima segala kekurangan Anda, dialah calon suami yang tepat untuk Anda pilih.






source: http://kosmo.vivanews.com

Berbagai Tips Jitu Menjadi Pasangan Yang Berbahagia

Setiap pasangan yang sudah menikah pastinya mendambakan menjadi pasangan yang bahagia /Happy Couple.  Bukankah demikian??. Pasangan yang bahagia tahu bahwa hubungan nyata dimulai saat masa bulan madu usai. Kecuali Anda tetap memelihara taman cinta itu, keindahannya akan sirna dan mati. 


Oleh karena itu, peliharalah taman cinta Anda agar tercipta rumah tangga harmonis dan Anda akan mendapatkan keindahan dalam hidup berumah tangga. Anda bisa mencoba 10 tips pasangan bahagia berikut ini :

 1. Berangkat Tidur Bersama.
 Langkah itu memang terkesan sepele, bahkan mungkin luput dari perhatian Anda. Tapi menurut Dr Mark Goulston dalam buku The 6 Secrets of a Lasting Relationship, itu merupakan salah satu kunci kebahagiaan suami-isteri. Tentu itu mudah, tapi kadang Anda sulit melakukannya. Goulston menyarankan Anda untuk selalu mengingat masa awal pernikahan. Kala itu, bukankah Anda tak sabar menunggu untuk berduaan di tempat tidur ?. Menurut dia, pasangan yang bahagia menolak berangkat tidur sendiri. Kalau pun nanti bangunnya tak bersama-sama, bukan masalah. Begitu pun saat bertengkar. Biasakan tetap berangkat tidur bersama-sama walau tak bicara. Usahakan untuk tetap bersenggolan tangan atau kaki. Dan hindarilah punggung-punggungan, karena itu akan menjauhkan Anda berdua. 

2. Samakan Minat.
Jangan mengecilkan arti aktivitas yang dapat Anda kerjakan bersama pasangan. Jika belum punya, menurut Goulston, pasangan yang bahagia biasanya mengusahakannya. Namun pada saat yang sama, tetaplah memelihara minat pribadi Anda. Dengan begitu Anda akan semakin menyukai pasangan Anda tanpa menjadi tergantung. 

3. Jalan Bergandengan.
 Pasangan bahagia akan merasa nyaman jika berjalan sambil bergandengan tangan atau bersebelahan, ketimbang satu di depan, satu di belakang memandangi punggung. Rasanya memang aneh bagi yang tak biasa. Canggung memang, mungkin saja Anda malu untuk menunjukkan kemesraan di muka umum. Untuk itu tepis saja rasa malu, toh dia pasangan sah Anda. Cobalah !. Sekali mencoba pasti Anda akan keterusan. Dan rasakan sensasinya. Hati Anda berdua pun terasa makin lekat.

 4. Cari Sisi Positif.
Goulston menyarankan Anda untuk tidak mencari-cari kesalahan pasangan Anda. Pusatkan perhatian pada apa yang dilakukannya secara benar, bukan pada yang salah. Gampang memang bagi Anda untuk menemukan hal keliru yang dia lakukan. Anda pun sama juga selalu bisa menemukan hal benar. Jika dua-duanya mudah, mengapa Anda tak mencari hal yang benar. Karena itu akan membantu Anda membangun keharmonisan rumah tangga. Kata Goulston, pasangan bahagia lebih memilih sisi positif. 

5. Saling Memaafkan
 Itu juga bagian yang harus Anda perhatikan. Rumah tangga tanpa kepercayaan, sama saja dengan meniti petaka. Jadi, buatlah kepercayaan dan memaafkan sebagai pegangan baku dalam hubungan Anda. Kata Goulston, jika pasangan bahagia bertengkar atau berbeda pendapat dan tak bisa menyelesaikan, mereka akan mengutamakan rasa percaya dan memaafkan satu sama lain, bukan rasa tidak percaya dan tanpa ampun. “Rasa aman berbicara tentang ketenangan batin. Seorang suami dapat merasakannya ketika ia tahu istrinya mempercayai dia dan komitmennya terhadap pernikahan mereka,” kata David dan Teresa Ferguson dalam bukunya *More Than Married*. Sedangkan rasa aman yang mungkin dirasakan istri, datang saat sang suami menolongnya lepas dari ketakutan lewat kata-kata penghiburan yang menenangkan dan penuh kasih. Komitmen terhadap pasangan dapat dikomunikasikan melalui dukungan yang sejati dan pujian yang tulus. 

6. Saling Berpelukan.
Saling berpelukan segera setelah bertemu sepulang kerja. Kulit kita, kata Dr. Goulston, memiliki memori tentang ‘sentuhan baik’ (cinta), ‘sentuhan buruk’ (pelecehan) dan ‘tanpa sentuhan’ (penolakan). Pasangan yang saat bertemu langsung berpelukan berarti memelihara ingatan kulitnya dengan ‘sentuhan baik’ dan memberi kehangatan.

 7. Katakan Cinta.
Jangan ragu untuk mengatakan cinta pada pasangan Anda. Ungkapkan saja, “Aku cinta padamu” atau bentuk perhatian lain, misalnya dengan mengatakan, “Baik-baik ya” pada pagi hari. Itu merupakan cara hebat untuk mendapatkan kesabaran dan toleransi menghadapi dunia luar yang tak teratur dan semrawut. Selain itu juga untuk meyakinkan pasangan bahwa Anda mencintai dia, juga wujud perhatian Anda.

 8. Ucapkan Salam.
Satu kata lagi yang kadang Anda lupa adalah salam menjelang tidur. Ucapkan “Selamat malam sayang” setiap malam menjelang tidur. Malah akan lebih berkesan jika ditambah dengan kecupan. Itu harus rutin Anda lakukan setiap malam, apa pun kondisi Anda. Tak peduli bagaimana perasaan Anda. Menurut Goulston, hal itu akan mengingatkan pasangan Anda bahwa betapa pun Anda sedang marah tetap ingin bersamanya. Artinya, apa yang Anda berdua miliki lebih penting ketimbang kemarahan satu hari itu. 

9. Membaca Hati.
Bacalah cuaca hati pasangan Anda setiap saat. Usahakan untuk berbicara dengannya di sela-sela kesibukan kerjanya, dengan demikian Anda bisa menyesuaikan diri dengan suasana hatinya setelah bertemu. Tentu saja itu untuk menghindari konflik yang mungkin bisa terjadi. Memang sakit hati, kejengkelan, dan kebutuhan-kebutuhan yang tak bisa Anda penuhi, adalah hal-hal yang tak dapat dihindarkan dalam setiap hubungan dekat. Bahkan sepulang dari berbulan madu, hal-hal yang terjadi dalam keseharian dapat memunculkan kejengkelan-kejengkelan. Ya, pernikahan memang dua pribadi tak sempurna yang bertekad menjadi satu dalam kedekatan yang permanen. Wajar jika muncul konflik. David dan Teresa Ferguson dalam bukunya *More Than Married* mengatakan jangan pernah berpikir bahwa dapat memiliki hubungan yang intim tanpa mengalami konflik. Namun usaha penyelesaian konflik yang benar dapat menambah keintiman dan mendatangkan kedamaian dalam pernikahan. Mengapa ?, “Karena hal ini membuat pasutri sama-sama merasa aman,” kata mereka. 

10. Bangga Bersama.
 Anda harus merasa bangga terlihat bersama pasangan Anda. Itu akan membahagiakan dia. Pasangan yang bahagia senang bisa bersama-sama. Menurut Goulston biasanya itu ditunjukkan dengan sentuhan tanda sayang di antara mereka. Misalnya gandengan tangan, rangkulan, pelukan, elusan. “Bukan mau pamer, tapi hanya ingin mengatakan bahwa mereka saling memiliki,” kata dia.

 Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang sudah memiliki pasangan setia/menikah dan juga menambah wawasan bagi para pembaca yang akan memasuki gerbang pernikahan. Semoga bahagia dan langgeng selalu. Aamiin.

10 Langkah Membuat Pria Jadi Istimewa


Bagaimana cara membuat seorang pria menjadi merasa bahagia dan membuatnya bisa jadi istimewa?. banyak juga pertanyaan seputar masalah ini.Kadang kita bingung mencari cara untuk memenangkan hati pria idaman Anda? Mari Ikuti panduan berikut ini:

Memenangkan hati pria sebenarnya tidaklah sulit jika Anda mengetahui caranya. Berbeda dengan wanita pada umumnya yang senang dengan rayuan dan hadiah mahal, memenangkan hati pria hanyalah membutuhkan cara sederhana karena yang mereka inginkan hanyalah perhatian lebih dari Anda. Jadi jika ingin membuatnya merasa istimewa dan dicintai, lakukan saja beberapa hal berikut:

1. Tampil rapi ketika Anda pergi bersamanya
Pria sangat senang memamerkan pasangan mereka. Jadi, tampil indah untuknya adalah sebuah cara terbaik untuk membuatnya merasa spesial di hadapan teman-teman ketika dia mengenalkan Anda pada mereka. Ingat, tampil indah tak berarti menggunakan make up berlebih. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah berbusana rapi, memegang lengannya saat berjalan, dan jangan lupa untuk tersenyum lebar dan tulus.

2. Ambil posisi sebagai temannya
Pria pada dasarnya tidak suka hal romantis dan lembut dalam hidupnya. Tak heran, mereka pun selalu mencari perubahan dengan bergaul bersama teman-temannya. Jadi, untuk mendapatkan perhatian tersebut, sesekali temani dia untuk minum teh atau kopi. Dengan kata lain, cobalah untuk melibatkan diri seperti yang dia lewati bersama teman-temannya. Hal tersebut akan membuatnya merasa istimewa.

3. Meminta nasihatnya
Libatkanlah pasangan dalam beberapa masalah yang Anda miliki dan kemudian mintalah nasihatnya perihal masalah tersebut. Hal ini mungkin terdengar seperti berpura-pura. Tapi percayalah hal tersebut akan meningkatkan egonya. Dia akan merasa dihargai karena memiliki kesempatan untuk diminta pendapatnya oleh pasangannya sendiri.

4. Beri pujian
Layangkan beberapa pujian padanya, misalnya dalam kecakapan selera fesyennya, selera kuliner, dan sebagainya. Lakukan hal tersebut tanpa berlebihan. Hal ini akan membuatnya melayang tinggi dan merasa bahwa Anda tak hanya menghargainya tapi juga mencintainya.

5. Pujilah karakternya di depan keluarganya
Hal ini sangat bermanfaat bagi psikologisnya. Tanpa disadari, pria selalu meminta persetujuan dari keluarga tentang prestasi mereka. Dan di sinilah kesempatan Anda untuk memunculkan hal tersebut. Jika Anda memujinya di depan orang, maka dia pun akan merasa begitu istimewa.

6. Manjakan dia dengan menu sarapan lezat
Ketimbang menyuguhkan roti panggang biasa dan telur, mengapa tidak meracik menu sarapan yang lebih spesial untuknya. Anda dapat membuat pancake dengan campuran aneka topping saat akhir pekan. Hal-hal kecil seperti ini akan membuatnya merasa sangat istimewa.

7. Memberinya kejutan
Rutinitas sehari-hari di kantor membuat kehidupan cinta Anda terganggu. Jadi, kenapa tidak mencoba memberikannya kejutan yang membuatnya bahagia. Cobalah memberikan padanya sesuatu hal yang baru setiap hari. Misalnya, menyapa dirinya dengan bunga atau minuman kegemarannya atau mengejutkannya dengan tawaran film terbaru yang siap Anda tonton berdua.

8. Berikan pijatan
Pijatan sedianya tak hanya berlaku untuk Anda semata, tapi juga bagi pasangan. Jadi berikan dia voucher pijat atau terapi spa. Intinya, berikan dia kejutan yang memberikannya waktu santai dan melewati kepenatan dengan cara berbeda.

9. Terlibat dalam hobinya
Pria akan merasa diperhatikan jika Anda ikut serta dalam hobinya. Jadi, cobalah melibatkan diri dengan mendengarkan musik yang dia suka, terlibat dalam pertandingan sepak bola yang dia tonton atau mengikuti bacaan buku yang kerap dibacanya. Dia pun akan sangat senang dibuatnya karena Anda pun memiliki ketertarikan pada hobi yang digandrunginya tersebut.

10. Memberikan pembelaan
Selama ini yang bertugas memberikan pembelaan atau perlindungan memang identik dengan pria, tetapi untuk sesekali Anda pun perlu mengambil peran tersebut. Jika Anda menemui orang lain menyalahkan pasangan, saatnya untuk mengeluarkan taring dan berdiri di depan memberikan pembelaan. Hal ini akan meningkatkan rasa hormat sekaligus percaya diri pada pasangan.

Semoga langkah dan tips di atas bisa bermanfaat dan Jadilah pria teristimewa bagi wanita.





Cinta Dari Sang Pujaan Hati Belahan Jiwa


Semua pasangan suami istri pastinya menginginkan serta mendambakan  mempunyai  keluarga yang bahagia dan harmonis meskipun masalah dalam rumah tangga tak dipungkiri keberadaannya. Namun adanya komunikasi yang baik antara suami istri dapat memperkecil bahkan meniadakan dampak dari masalah tersebut. Baik pencetus masalahnya dari suami, istri maupun dari luar, insyaallaah masalah akan dapat teratasi dengan adanya keterbukaan satu sama lain.

Bukan bermaksud menjelek-jelekkan pasangan atau menampakkan kekurangan pasangan, namun keterbukaan tersebut bermaksud untuk mencari sebuah solusi. Jika ada yang berpendapat diam lebih baik karenatakutakan menyakiti atau membuat malu pasangan apabila dia bersikap terbuka maka ada baiknya dia melihat pertimbangan lain. Jika memang masalah tersebut bisa teratasi dengan diam, maka tak masalah untuk tidak dikomunikasikan. Namun jika dengan komunikasi akan lebih memberi dampak positif, maka berkomunikasilah karena bersikap terbuka bisa dilakukan dengan cara yang halus tanpa kesan menjelekan atau menyakiti. Cobalah untuk mulai berbicara dengan kata-kata yang lembut. Bisa langsung dengan lisan maupun tulisan. Jika pasangan kita memang ada kekeliruan maka hal itu bisa mengingatkannya dan bahkan bisa membuatnya berubah lebih baik.

Sebagaimana tulisan di bawah ini yang menyajikan sebuah diary seorang suami yang ditujukan kepada istri tercintanya. Tentulah tulisan tersebut dibuat karena rasa cintanya yang diwujudkan dalam bentuk perhatian berupa teguran halus terhadap sang istri. Tujuannya adalahmenginginkan istrinya lebih baik agar tidak merugi di dunia maupun di akhirat.

Telah diketahui bahwa ketika seorang suami mencintai istrinya, ia akan berusaha membuktikannya dengan memberikan sesuatu sebagai tanda cinta. Tanda cinta tersebut tidak hanya akan terwujud dalam bentuk hadiah yang berupa perhiasan atau barang-barang mewah saja, akan tetapi juga terwujud salah satunya dalam bentuk perhatian kepadanya, baik perhatian tentang kesehatannya, keadaannya hingga akhlaknya. Dan tanda cinta berbentuk perhatian inilah yang berpengaruh sangat besar dalam keharmonisan dalam rumah tangga. Mengapa? karena ia begitu special, tidak bisa dibeli ditoko manapun, dan dicari di bursa online manapun, meskipun orang tersebut sangat kaya. Maka berbahagialah wanita yang mendapat perhatian tersebut. Sebagaimana bahagianya sang istri yang telah mendapat tulisan dibawah ini dari sang terkasih.

Semoga dari diary ini bisa direnungi dan diambil hikmahnya, khususnya bagi kaum wanita agar bisa menambah ladang amal dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

INILAH DIARY SEORANG SUAMI YANG BERISI TEGURAN HALUS KEPADA ISTRINYA
Istriku tercinta, aku menulis catatan ini sebagai bukti cintaku kepadamu dan keridhaanku menerimamu sebagai istri, aku telah menambatkan cintaku untukmu. Dalam hatiku berkata, inilah wanita yang bisa menjadi ibu anak-anakku dan cocok menjadi istriku. Inilah mawaddah dan sakinah, inilah raihanah rumahku. Aku bimbing tanganmu bersama-sama mengarungi samudera dengan bahtera rumah tangga, menuju ke pantai yang penuh kedamaian di sisi Ar Rabb Ar Rahman.

Akan tetapi tiba-tiba datang topan badai menghalangi jalan kita, angin bertiup kencang. Kalau kita berdua tidak segera sadar niscaya kita akan kehilangan kendali bahtera dan kita akan tersesat arah. Aku berkata dalam hati: tidak! Aku tidak akan membiarkan bahtera ini karam. Maka aku pegang penaku dan aku buka lembaran kertasku. Lalu aku tulis teguran halus ini dari seorang kekasih kepada kekasihnya.

* Istriku tercinta tidakkah engkau ingat pada awal pernikahan kita dahulu engkau adalah lambang kecantikan, kemudian aku tidak mengerti mengapa penampilanmu sampai pada taraf demikian parah, awut-awutan dan tak enak dilihat. Apakah engkau lupa bahwa termasuk salah satu sifat wanita shalihah apabila suaminya memandang kepadanya niscaya akan membuat senang.

* Sayangku, tidakkah engkau ingat, berulang kali engkau mengungkit-ungkit jasamu kepadaku, menyebut-nyebut kewajiban-kewajiban rumahtangga yang telah engkau lakukan untukku, pelayanan yang telah engkau berikan kepada tamu-tamuku dan dalam melayani kebutuhanku, apakah engkau lupa firman Allah subhanahu wa ta’alla

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا لا تُبْØ·ِÙ„ُوا صَدَÙ‚َاتِÙƒُÙ…ْ بِالْÙ…َÙ†ِّ ÙˆَالأذَÙ‰

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (Qs Al Baqarah: 264)
* Tidakkah engkau ingat wahai kekasihku, berapa kali kita telah saling berjanji pada saat-saat pernikahan bahwa kita akan saling bahu membahu dalam ketaatan, mengemban dakwah kepada agama Allah, berikrar bahwa kita akan fokus kepada masalah ummat islam dan mendidik anak-anak kita dengan pendidikan islami, tetapi relitanya kita sibuk mengikuti perkembangan mode, hanyut mengikuti cerita-cerita, kisah-kisah, pernak-pernik dan mengejar harta darimanapun sumbernya.
* Sayangku, tidakkah engkau ingat seringnya engkau menggerutu, tidak qana’ah (puas) menerima rejeki yang telah Allah berikan kepada kita. Haruskah aku menjalani usaha yang haram demi mewujudkan keinginanmu? Apakah engkau sudah lupa kisah wanita yang berkata kepada suaminya: “Bertaqwalah engkau kepada Allah dalam memperlakukan kami, sungguh kami bisa menahan lapar namun kami tidak akan sabar menanggung panasnya api neraka.”

* Ingatkah dirimu betapa sering aku bangun dari tidurku dibagian akhir malam, ternyata aku dapati engkau sedang asyik menonton film dan musik. Bukankah lebih baik engkau berdzikir mengingat Allah dan mengerjakan shalat malam dua rakaat sementara manusia sedang lelap tertidur dikegelapan kubur. Atau minimal engkau segera berangkat tidur agar esok tidak terluput shalat fajar.
* Sayangku, ingatkah dirimu ketika engkau keluar dari rumah tanpa seizinku untuk mengunjungi keluargamu dan ketika engkau memasukkan temanmu si fulanah ke dalam rumahku padahal aku telah melarangmu memasukkannya ke dalam rumah! Lupakah dirimu bahwa itu merupakan hakku!

* Kekasihku, ingatkah dirimu ketika keluargaku datang mengunjungiku, demikian pula teman-temanku, namun aku lihat engkau menampilkan wajah muram, berat langkah kakimu dan bermuka masam!Memang engkau telah menghidangkan kepada mereka makanan yang lezat dan mengundang selera akan tetapi semua itu tiada artinya karena muka masammu itu! Bukankah engkau mengetahui sebuah pepatah: ‘ Temuilah aku tetapi jangan beri aku makan!’

Sayangku, aku senantiasa mengatakan kepadamu dengan sepenuh hatiku bahwa aku mencintaimu.

Aku berharap kita bersama-sama dapat meraih ridha Ar-rahman.

Barangkali aku juga banyak melakukan kesalahan dan mengabaikan hakmu. Dan barangkali aku tidak menyadari kekuranganku dalam melaksanakan kewajiban terhadapmu dan dalam menjaga perasaanmu.

Aku memohon kepadamu agar membalas risalah ini, silakan ungkapkan apa yang terbetik dalam benakmu. Bukankah tujuan kita berdua adalah satu. Kita telah menumpang bahtera yang satu dan tujuan kita juga satu. Tujuan kita adalah selalu bersama-sama di dunia dan di akhirat di jannah ‘And. Jangan engkau biarkan angin badai menghantam kita sehingga membuat kita tersesat jalan.

-selesai-

Diary diatas hendaknya dapat menjadi wacanabagi para wanita agar lebih memperhatikan hak-hak suaminya, yang terkadang terabaikan namun tidak disadari oleh sebagian para wanita. Bersyukurlah jika suami nrimo (tak banyak menuntut) namun hendaknya sang istri pengertian bukan malah sekehendak hati bahkan mengabaikan hak-hak suami. Sajikanlah hak-hak yang terbaik dimeja rumah tanggamu hingga terasa lezat dalam menikmatinya, serta barakah karenanya. Wallahu a’lam

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca yang budiman. Aamiin Ya Robbal Alamin.




Referensi: dari buku Agar Suami Cemburu Padamu, Penerbit At-Tibyan

Memelihara Komitmen Bersama Pasangan Seumur Hidup

Menikah adalah sebuah kebahagiaan. Menikah membutuhkan persiapan secara fisik maupun psikologis. menikah juga harus dilandasi kasih sayang yang tulus. Menikah menjadi cara mulia pemenuhan kebutuhan individu akan mitra hidup. Saat pasangan memutuskan berkomitmen menikah, keduanya punya tugas dan tanggung jawab yang sama, bermitra membina hubungan agar selalu harmonis sepanjang hidupnya. Pasangan suami istri (pasutri) punya andil yang sama dalam mengupayakan sikap saling menghargai, percaya, passion, romantisme, intimasi untuk menjaga dan memelihara komitmen seumur hidup.

Psikolog Keluarga dan Perkawinan, Ratih Ibrahim mengatakan setiap orang butuh mitra hidup. Relasi mulia kemudian tercipta saat komitmen disepakati pasangan, dengan rasa penghargaan, percaya dan memiliki segitiga cinta. Segitiga cinta, konsep yang digelontorkan Sternberg menyebutkan pasangan membutuhkan passion, intimasi dan komitmen.

Untuk itu, kata Ratih, pasangan perlu memiliki cinta, prioritas, dan komunikasi. "Passion bisa memudar, sehingga tak ada lagi intimasi. Misalnya tak punya perasaan apa-apa saat lihat suami, atau saat mendengar nama istri disebut, kalau sudah seperti ini sulit untuk menjaga komitmen. Apalagi dengan waktu yang terbatas untuk membina hubungan," jelas Ratih saat bincang-bincang di sela peluncuran kampanye "Nikmatnya SariWangi, Hangatkan Malammu!" Di Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Jangan sepelekan komunikasi
Salah satu cara untuk menggairahkan kembali hubungan seperti ini (hilangnya passion dan intimasi), adalah romantisme. Caranya, Anda dan dia harus berupaya menciptakan kembali romantisme dalam hubungan ini. Menghadirkan cinta dalam hubungan harus dibantu dengan komunikasi dan menjadikan pasangan Anda sebagai prioritas.

"Komunikasi" penting untuk menjaga romantisme, karena kita bukan makhluk telepatis. Cinta harus diungkapkan untuk menciptakan romantisme. Dan jadikan prioritas Anda adalah pasangan sejati Anda sendiri," saran Ratih.

Komunikasi pasutri dibangun dari pertautan hati, obrolan yang nyambung, suasana rileks yang diciptakan bersama. Semua hal ini perlu diupayakan oleh Anda dan dia. Meski sibuk, meluangkan waktu berdua untuk memupuk kebersamaan, romantisme dan intimasi inilah yang akhirnya menguatkan komitmen hubungan pasutri. "Dengan intimqasi, relasi akan lebih solid dan kuat," jelas Ratih menyebutkan, komunikasi sebagai ujung tombaknya tal harus selalu verbal namun juga dengan bahasa tubuh.

Menurut ratih, komunikasi dengan pasangan dapat dilakukan kapan saja. Saat pagi hari di tengah kesibukan menjalani tugas dan rutinitas di rumah dan saat bersiap bekerja, komunikasi efektif bisa dilakukan untuk menjaga intimasi. Sekadar bilang "I Love You" kepada pasangan sambil bersiap berangkat kerja, misalnya. Komunikasi yang lebih mengarah kepada romantisme bisa pasangan lakukan di malam hari sebelum tidur. Meski lelah sepulang beraktivitas, sempatkan waktu berduaan di malam hari. "Hangatkan suasana dengan segelas cokelat panas atau teh, untuk memulai menciptakan intimasi," sarannya.

Ragam cara bisa Anda pilih untuk menjaga kualitas hubungan pasutri. Kuncinya, kesadaran dan kemauan kuat dari dalam diri, baik pada suami dan istri, untuk mengupayakan komunikasi, intimasi dan pada akhirnya memperkuat komitmen sehingga pernikahan langgeng dan harmonis bertahun-tahun lamanya.

 Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca yang budiman, terutama bagi yang sedang mempersiapkan diri mengarungi bahtera pernikahan, agar tidak terombang ambing di tengah jalan. Aamiin.






Referensi: female.kompas.com

Membangun Keharmonisan Rumah Tangga




Salah satu buku favorite saya adalah buku Psikologi Suami Istri , karya dari DR. Thariq Kamal An Nu'aimi.  Buku itu saya beli di toko buku di Kawasan Taman Pintar Yogyakarta pada tahun 2010.   Buku ini terdiri dari 702 halaman dan design covernya cukup menarik.  Rasanya sayang jika ada ilmu dan pengetahuan baru untuk saya lewatkan begitu saja.

Seratus halaman pertama saya baca dengan susah payah, karena saya teramat jenuh dan bosan membaca pembahasan yang bagi saya berulang-ulang dan bertele-tele. Memang ada beberapa tipe penulis yang seperti itu. Namun memang bukan salah si penulis, karena memang kadang saya merasa memiliki energi lebih untuk memikirkan atau melakukan sesuatu sehingga sering irama saya tidak sama dengan orang lain, dengan penulis buku yang saya baca atau dengan partner aktivitas. Hal ini kadang menjadi sumber kejengkelan saya karena menuduh orang lain terlalu lambat dan sebagainya.

Kembali ke irama buku, akhirnya saya memutuskan untuk membaca cepat. Baru sekali ini saya lakukan karena terkadang dalam buku-buku yang membosankan pun terselip sesuatu yang penting dan sangat mungkin untuk terlewat jika saya membaca cepat. Apa daya, banyak buku dan artikel lain yang juga menunggu untuk saya baca. Buku ini sedikit lebih komplit dari pada Men Are From Mars, Women Are From Venus yang juga pernah saya baca. 

Pelajaran pertama yang saya dapat, wanita menebarkan cinta, kedamaian, kebahagiaan dan kasih sayang saat berada di luar rumah dan mengistirahatkan pikiran dengan banyak berbicara saat di rumah. Saat berbicara wanita sering menggunakan prolog kesana-kemari yang bagi pria tidak ada hubungannya dengan persoalan inti.

Sementar saat keluar dari rumah, pria berada pada dunia perang dan persaingan yang menempatkan dia pada dua pilihan; di atas atau di bawah, menguasai atau dikuasai. Saat kembali ke rumah, energinya telah banyak habis sehingga dia memilih banyak menghabiskan waktu untuk diam dan aktifitas ringan seperti membaca koran dan menonton televisi. Bagaimana jika makhluk ini tinggal dalam satu atap? Bayangkan saja sendiri. Sering sekali kita mendengar keluhan seorang suami, “istriku cerewet sekali,” padahal orang-orang melihat sang istri tampak pendiam sepanjang bersama mereka.

Pelajaran kedua, dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, seorang wanita membutuhkan sebuah pengungkapan sebagai muara. Ada rasa mengganjal yang mengganggu jika semua hal dia simpan sendiri. Saat berumah tangga, mungkin dia akan banyak berbicara yang terdengar sebagai keluhan, tuduhan atau ketidak percayaan di telinga pria, yang tidak lain adalah suaminya. “Mas, sudah beberapa bulan ini kita selalu kekurangan uang belanja,” yang terdengar ditelinga suaminya, “kamu tidak bertanggung jawab terhadap keadaan keluargamu.”

Laki-laki dan perempuan dibesarkan dalam dunia yang berbeda. Sejak kecil perempuan terbiasa dan menyukai permainan sosial seperti pasar-pasaran, mini-minian dan sebagainya. Sementara pria menyukai permainan kelompok atau persaingan dimana terdapat pemimpin dan anak buah, pemenang dan pecundang. Dengan hanya mengungkapkan, wanita akan merasa separuh masalah telah selesai. Komentar atau masukan dari seorang pria kebanyakan malah akan mengganggunya, karena bukan tanggapan seperti itu yang dia inginkan.

Di lain pihak, pria juga merasa terganggu karena saat istirahatnya terusik oleh seorang istri yang menuntut perhatiannya. Sementara itu, dalam menyelesaikan persoalan keluarga pria banyak berpikir dan bekerja sendiri. Di matanya, dia adalah seorang pemimpin dan hero bagi keluarganya. Selayaknya jika permasalahan itu dia selesaikan sendiri dan menghindarkannya dari campur tangan orang lain. Hal ini malah membuat pria terkesan sibuk sendiri dan tidak peduli di mata wanita. 

Setelah sekian lama berumah tangga, mungkin satu-dua bulan atau beberapa bulan, seorang pria akan merasa jenuh ketika setiap hari, tujuh hari seminggu selalu bersama dengan seseorang yang membersamai hidupnya. Inilah masa untuk bertapa atau masuk kedalam goa, begitu beberapa pakar menyebut. Saat-saat ini suami membutuhkan sebuah kesendirian untuk memperbaharui perasaannya, bahkan dia akan merasa terusik dengan kehadiran seseorang yang dia cintai. Istri yang tidak mengerti akan merasa heran dengan perubahan sang suami, “Apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi?

Saat “kembali” suami telah memiliki energi dan kasih sayang baru untuk dicurahkan. Dia mendambakan kembali kedekatan seperti semula, atau bahkan lebih. Sayangnya, wanita itu masih terluka dengan sikap menghindar suaminya sehingga dia malah menjauh. Silahkan tebak bagaimana kelanjutan ceritanya. Saat bertapa ini akan selalu muncul dan memiliki irama waktu tersendiri. Istripun memiliki masa dimana dia akan surut, seperti gelombang di lautan, dan akan kembali seperti semula pada saatnya. Begitu penulis mengumpamakan seorang wanita. Sementara masa bertapa pria membuat karakternya seperti karet. Jika ditarik akan memanjang, menjauh sampai pada batasnya tidak dapat ditarik lagi. Kemudian akan kembali dengan cepat saat dilepas. Terlalu mengikat dan posesif memang bukan sebuah ungkapan cinta yang tepat. Kedua belah pihak, pasti masih ingin menjadi dirinya sendiri. Karena itu, Antum salah memilih pasangan jika menginginkan dia untuk berubah. Ini pelajaran ketiga yang saya dapat.

Pelajaran ketiga, bagaimana cara meminta tolong yang tepat? Kebanyakan lebih kepada istri yang meminta tolong kepada suaminya. Mayoritas, seorang istri menjadi pekerja penuh cinta dirumahnya sendiri selama nyaris 24 jam. Mengurus anak, memasak, membersihkan rumah dan lainnya yang membuatnya seperti kehilangan waktu. Kadangkala, dia membutuhkan bantuan suami untuk pekerjaan-pekerjaan ringan. “Sayang, bisakah kau pindahkan sampah di teras ke bak depan?”, suara seorang perempuan dari arah dapur. Sang suami yang sedang mengerjakan sesuatu, tapi tidak mendesak, menyahut, “Ya…”. Sampai satu jam kemudian sampah itu belum berpindah tempat. “Bisakah kau jemput anak-anak dua jam lagi?” pinta seorang istri di ujung telepon. Dengan penuh rasa dongkol, dalam hati mungkin suami akan menjawab, “Tidak bisa!” meski dia tidak memiliki kesibukan apapun. Para suami mungkin bisa membantu menjawab kenapa begitu?

Dalam buku disebutkan, pria membutuhkan rasa penghormatan, penghargaan, perasaan dibutuhkan. Kata “bisakah” seolah melibas sebagian dari kebutuhan pria tersebut. Seakan selama ini pria tidak peduli dengan urusan keluarganya sehingga kalimat bernada sangsi itu muncul. Seolah-olah pria adalah makhluk lemah yang patut diragukan atau bahkan tidak bisa melakukan sesuatu seperti membuang sampah dan menjemput anak-anak. Permintaan bantuan dengan nada perintah juga tidak akan berhasil, karena menempatkan pria secara inferior. Cara terbaik yang diusulkan, misalnya “Ayah, tolong ambilkan buku resep di rak ya….”, dan jangan lupa ucapkan terimakasih karena suami sudah berkenan membantu kita.

Sebenarnya masih banyak ilmu dan pelajaran yang bisa saya sampaikan, misalnya kehidupan seksual suami-istri dan lain-lain. Untuk hal tersebut akan saya bahas di postingan yang lain. Terimakasih.

Ini lho bukunya:



Kiat- Kiat Praktis Memelihara Cinta Dalam Pernikahan


Setiap keluarga pasti menginginkan kebahagiaan. Bukankah demikian??. Cinta dalam keluarga sangatlah penting. 

Sekarang ini keluarga yang kandas di tengah jalan jumlahnya makin banyak. Kasus perceraian dari tahun ke tahun meningkat tajam. Jumlah itu pun bisa lebih banyak karena tidak sedikit keluarga yang berada di tempat-tempat  terpencil mengalami hal yang sama. Rumah tangga yang kelihatannya baikbaik saja tiba-tiba berakhir di pengadilan. Terkesan, mengakhiri cinta dengan pasangan
itu mudah sekali. Segampang membalik telapak tangan. True love (cinta sejati), endless
love (cinta yang tiada akhir) seolah hanya menjadi impian.

Aneh lagi ketika pernikahan itu baru seumur jagung tapi sudah diakhiri. Padahal, sebelumnya berkata itu adalah cinta sejatinya. Namun, dalam waktu yang relatif singkat cinta itu berubah menjadi prahara. Menyeramkan dan begitu menekan.

Akan tetapi, di tengah gejolak rumah tangga yang tak terbendung ini, masih ditemukan pula pasangan yang berhasil memertahankan cinta hingga ajal menjemput. Mereka berhasil melewati badai hebat yang terus mengguncang. Mereka patut dijadikan teladan. Hidup mereka menginspirasi.

True love, atau orang lain juga menyebutnya endless love masih adakah? Apa ukuran true love itu dalam konteks keluarga? Ya, menentukan true love itu tidak mudah sebab harus diuji oleh waktu dan keadaan. Lalu, standar apa yang dapat digunakan untuk menilai true love itu? Lagi-lagi ini tidak gampang. Namun, BAHANA menduga bahwa pasangan yang berhasil memertahankan mahligai keluarga hingga akhir kehidupan dapat dikategorikan memiliki true love, endless love.

 Semoga Artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan serta menginspirasi kehidupan pernikahan anda. Aamiin.






Sumber: Majalah Bahana, Oktober 2011

Mempelajari Tekhnik Terbaik Mencium Payudara Pasangan Anda

Bagi pasangan yang sudah menikah, masalah seksologi adalah hal yang sangat menarik sebagai  penghangat dan membuat antar suami istri bertambah harmonis dan mesra. Kaum wanita ingin selalu dimanjakan oleh sang suami baik secara fisik maupun psikologis.

Kaum hawa identik sebagai perhatian seksual kaum adam. Sementara bentuk dan karakteristik payudara wanita berbeda-beda, namun hal ini tetap tak mengurangi fokus dan kepuasan pria untuk memandangi, menyentuh, dan menciumi bagian sensitif tersebut.

Bahkan, sebuah pengalaman mengatakan beberapa wanita dapat mencapai klimaks dengan hanyaforeplay payudara. Kini, saatnya Anda memelajari teknik terbaik mencium payudaranya hingga mampu mengantarkan rangsangan yang mahadahsyat ke seluruh bagian tubuhnya, seperti diulas eHow.

1. Pertama-tama, ciumi bagian luar payudara pasangan. Pastikan bibir Anda telah lembap saat melakukannya.

2. Ciumi payudaranya sambil perlahan mengarahkan bibir sedekat mungkin ke puting. Hembuskan napas Anda tepat di atas puting, agar dia dapat merasakan kehangatan napas Anda.
3. Gunakan ujung lidah untuk melingkari areolanya. Ingat untuk memberikan perhatian yang sama antara payudara kanan dan kiri.

4. Gelitik putingnya menggunakan ujung lidah Anda. Pastikan dia menikmati permainan lidah Anda. Jika dia mendesah atau klimaks tiba-tiba, berarti dia menyukai ciuman Anda.

5. Ketika Anda merasakan putingnya telah tegang, arahkan dan tusukkan ujung lidah Anda ke putingnya, sambil menggerakkan ujung lidah ke atas dan ke bawah putingnya. Lalu, masukkan perlahan putingnya ke dalam mulut Anda. Hisap sambil memainkannya dengan ujung lidah Anda.

6. Remas daging payudara saat Anda sibuk bermain dengan masing-masing puting. Jangan lupakan untuk menstimulasi area bawah dan di antara payudaranya.

7. Biarkan putingnya basah, saat Anda berpindah ke payudara lain. Lalu saat Anda menghisap puting, lakukan cubitan gemas sambil meraba payudaranya.

8. Dengarkan setiap desahannya atau pergerakkan tubuhnya. Jika dia tampak menikmatinya, maka Anda diperbolehkan memuaskannya kapan saja.

9. Hindari rutinitas mencium payudara yang sama. Coba berbagai variasi lain. Ingatkan diri Anda dengan mencium payudara wanita dengan tepat, maka Anda dapat memberikannya klimaks terhebat yang pernah didapatkannya.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca, terutama pasangan yang sudah menikah. tingkatkan kegairahan hubungan intim anda agar tercipta pula hubungan harmonis dalam rumah tangga. 






                                                                                   Sumber : http://warta-digital.blogspot.com/

12 Resolusi Cinta Di Awal Tahun Bersama Pasangan Tercinta

  
 Apakah Resolusi Anda bersama pasangan di awal tahun ini? Pasti semua memiliki resolusi masing-masing yang menarik dan bervariasi.



Membuat resolusi tahun baru sebagai pasangan merupakan cara pasti untuk membantu hubungan Anda solid pada tahun 2012. Dengan membuat resolusi bersama pasangan, bisa membantu Anda berpegang pada janji dan juga semakin menguatkan hubungan Anda. Yourtango.com memberikan beberapa tip resolusi yang bisa membuat hubungan Anda menarik pada tahun mendatang.

1. Melakukan hal-hal bagus bersama-sama dan bukan hanya liburan.

Aktivitas yang bagus bersama keluarga dan pasangan bukan hanya liburan. Menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama-sama adalah sebuah elemen dasar dalam membangun hubungan kekeluargaaan. Salah satu dari sekian banyak hal yang menjauhkan rasa kekeluargaan kita adalah kehidupan yang terlalu sibuk, kurangnya waktu yang dihabiskan bersama dalam melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Jadi Anda dan pasangan bisa membuat dampak yang lebih besar jika melakukannya bukan hanya pada momen-momen tertentu, tapi juga selama setahun penuh.


2. Makan dengan Benar
Saat Anda bersama, mudah untuk bergelung di sofa dan menyantap makanan Cina sambil menonton film. Tidak hanya kebiasaan ini bisa menimbulkan tambahan lemak, tapi juga melewatkan kegembiraan dan rasa intim yang datang pada saat menyiapkan dan berbagi makanan. Pilih resep yang menyehatkan dan buat kencan Anda menjadi spesial dengan masak dan makan bersama. Itu lebih baik daripada membayar lebih untuk makan di restoran setiap malam.


3. Olahraga Bersama
Jika Anda serius untuk menghilangkan kelebihan berat badan, daftarkan pasangan Anda sebagai teman berolahraga. Jika Anda tidak kelebihan berat badan, berolahraga dengan pasangan tetap merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dan semua orang tahu kalau pipi yang memerah dan napas yang berat karena berolahraga akan mengingatkan kita pada kegiatan yang membuat kita mengalami hal yang sama.


4. Jadikan Waktu Bercinta sebagai Prioritas
Saat kita sibuk, seks bisa saja hilang dari rutinitas kita. Tapi akan berdampak buruk bagi hubungan, kesehatan, dan minat Anda jika melewatkannya. Sediakan waktu untuk terhubung kembali dengan pasangan dengan menjadwalkannya dalam daftar akhir pekan Anda. Jika seks menjadi sesuatu yang kurang menyenangkan, sediakan tenaga untuk mencari tahu bagaimana membuatnya menjadi menarik lagi. Bisa jadi posisi baru, mainan baru, atau perubahan lokasi.


5. Berhenti Berkelahi
Jika Anda punya masalah serius dengan suami, ini penting diangkat ke permukaan, tapi usahakan untuk menghindari perdebatan dan emosi. Satu pertengkaran kecil akibat komentar yang sedikit menggigit bisa merusak dasar hubungan Anda. Pilih pertempuran Anda. Jika Anda merasa akan terjadi pertengkaran, coba untuk menenangkan diri Anda sementara dan bertanya apakah pertengkaran ini layak untuk mengganggu kedamaian yang ada.


6. Jujur pada Emosi Pribadi
Sering kali kita menghindar untuk menjabarkan perasaan kepada kekasih. Bisa jadi memang sulit berbagi dengan pasangan Anda, apalagi jika Anda mengalami emosi yang menjengkelkan dan tidak rasional, seperti cemburu. Tapi penting untuk tetap menempatkan pasangan di dalam lingkaran sehingga ia dapat bereaksi dengan baik. Mengatakan "Aku rasa" lebih baik dari mengatakan "Kamu sudah membuat aku..", dan bisa membantu Anda dan pasangan fokus dalam menyelesaikan emosi negatif yang memicu pada saling menyalahkan.


7. Hentikan Kegiatan Lain
Saat Anda bersama dengan pasangan, matikan semua bunyi dari komputer atau telepon Anda. Jangan sibuk mencari pesan yang masuk, sementara pasangan berbicara kepada Anda. Atau mengirim pesan kepada teman, sementara Anda sedang bersiap-siap pergi makan malam. Anda mungkin berpikir bisa melakukan dua hal sekaligus, tapi saat Anda melakukan itu, Anda mengirim pesan kepada pasangan kalau dia tidak layak mendapatkan perhatian penuh dari Anda. Jika Anda berdua punya hal yang harus dilakukan dengan telepon atau komputer, sediakan waktu untuk menyelesaikannya dan bersiap menghabiskan malam bersama.


8. Perlakukan Pasangan Sebaik Mungkin
Mudah untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda dan kadang-kadang kita tidak memperlakukan kekasih kita seperti seharusnya. Seperti halnya keluarga, kita berasumsi kalau mereka akan ada di situ untuk selamanya. Dan saat kita stres, hubungan romantis kita yang akan menjadi korbannya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah Anda mengatakan atau melakukan sesuatu kepada pasangan yang tidak akan Anda lakukan terhadap teman baik Anda. Jika Anda mendapati sudah melakukan hal itu, saatnya untuk mengubah kebiasaan itu. Jangan menyerah jika perubahan tidak datang segera.


9. Mendengarkan
Jangan menganggu otomatis saat dia berbicara. Jangan menunggu giliran Anda berbicara. Jangan mencuci piring saat ia bercerita tentang harinya. Duduk, tatap matanya, dan beri perhatian terhadap apa yang dia katakan dan minta untuk mengajukan pertanyaan. Ini merupakan hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk hubungan Anda. Mendengarkan aktif adalah keahlian yang harus dilakukan dengan waktu dan usaha, tapi ini sangat penting.
 

10. Kurangi Mengkritik
Saat Anda menghabiskan banyak waktu dengan seseorang, sangat mudah untuk melihat sesuatu yang menarik tentang mereka. Alih-alih resah dengan kebiasaan buruknya, ingatkan diri Anda alasan kenapa Anda jatuh cinta padanya. Lalu ingatkan dia. Pasangan yang telah bersama-sama untuk jangka waktu lama sering lupa untuk memuji satu sama lain. Berbagi perhatian dan pemikiran yang manis, maka pasangan mana yang tidak mau melakukannya?



11. Hilangkan Kebiasaan Buruk Bersama-sama
Jika Anda dan pasangan berbagi kebiasaan buruk, maka cobalah untuk membantu satu sama lain ketimbang memaksakan kelakuan itu masuk dalam hubungan Anda. Alih-alih memaksa pasangan untuk berhenti merokok, belajarlah untuk membatasi diri sendiri dengan hanya beberapa batang sehari. Jika terlalu banyak minum, buat aturan untuk hanya minum sebanyak dua gelas sehari dan usahakan untuk tetap pada aturan itu.


12. Bermain
Salah satu hal terburuk menjadi dewasa adalah hilangnya kotak permainan, waktu tidur, dan resesi. Ada baiknya kegilaan pada jam kerja tidak meluas dalam kehidupan pribadi. Segarkan hubungan Anda dengan memainkan permainan yang melepaskan ketegangan, seperti adu bantal, berbicara dengan suara yang lucu, dan menggambarkan kumis pada perempuan model yang ada di majalah. Lakukan sesuatu yang kreatif bersama: kursus gitar, membuat keramik, atau bahkan belajar menggulung sushi, apa pun itu. Keluar dari rutinitas bisa membuat Anda dan pasangan semakin dekat dan itu akan menjamin kalau tidak ada hal yang membosankan di antara kalian berdua. Segala aktivitas bersama pasangan pasti sangat menyenangkan. Bukankah demikian?

Semoga Artikel ini bermanfaat dan menjadi inspirasi positif bagi para pembaca. Aamiin.






                                                                                         Sumber :kaskus.us

Bagaimana Agar Suami Betah di Rumah?



Memiliki suami yang mencintai sepenuh hati dan selalu ingin dekat dengan keluarga adalah harapan setiap istri. Namun terkadang hal itu ada penghambat yang membuat suami lebih mementingkan teman-temannya dibanding keluarganya sendiri, karena sang suami ini merasa tidak betah tinggal di rumah.


Bagaimana caranya agar suami mau habiskan waktu bersama istri dan anaknya ketimbang pergi dengan teman-temannya? Seperti yang dikutip dari Ehow, berikut enam tips agar suami betah di rumah. :)


 ^ 5 cara atau tips agar suami betah di rumah:^


1. Tahan Diri Untuk Tidak Cerewet
Kebiasaan istri yang terlalu sering mengomel merupakan faktor utama suami malas untuk berada di rumah. Seperti yang dilaporkan oleh University of Missouri Extension, pernikahan yang bahagia tercipta dari lingkungan yang positif. Oleh karena itu, hindari memberi kritik yang berlebihan, membahas permasalahan yang sudah terselesaikan, dan lainnya. Sebaiknya, fokus pada komunikasi yang positif dan selalu saling menghormati satu sama lain. Pujilah suami dengan apa yang ia telah lakukan untuk Anda dan anak. Hindari kompetisi dan komentar negatif demi lingkungan positif di rumah Anda.


2. Dengarkan Keluhan & Keinginan Suami
Cobalah untuk menunjukkan rasa empati dan keprihatinan pada suami. Masih menurut University of Missouri Extension, rasa empati merupakan salah satu karaterkristik utama dari pernikahan yang bahagia. Bersyukurlah bahwa suami Anda masih mau menceritakan semua hal yang dialaminya dengan Anda, gunakan kesempatan ini untuk bisa mengenalnya lebih baik lagi karena menikah bukan berarti Anda berhenti belajar mengenal pasangan. Adanya komunikasi yang lancar dan dua arah dapat membuat hubungan pernikahan jauh lebih bahagia.


3. Tingkatkan Kesehatan Anda & Pasangan
Diet dan olahraga memainkan peranan penting dalam kesehatan mental seseorang. Sebagai contoh, sebuah studi pada 2011 yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Tennessee menemukan bahwa istri yang memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi dari suaminya, kurang merasa puas ketimbang mereka yang miliki BMI di bawah suaminya. Jogging di sekitar rumah, merupakan pilihan tepat untuk dapatkan tubuh sehat serta waktu berkualitas dengan suami.


4. Buat Rumah Selalu Rapih & Teroganisir
Jika Anda berdua sama-sama bekerja, buatlah agar pekerjaan rumah menjadi tangggung jawab berdua. Dengan begitu Anda jadi tidak mudah mengomel dan memberikan kesempatan suami untuk berkontribusi pada kebersihan rumah. Jika Anda sedang berada di rumah, ada baiknya membersihkan area rumah yang terlihat berantakan, agar dapat menikmati malam santai bersama pasangan ketika ia pulang kantor.


5. Berikan Sentuhan Fisik
Sentuhan fisik bukan berarti segala hal yang berbau seks. Memijat leher suami dan memberinya ciuman ketika ia lelah bekerja, dapat menunjukkan bahwa ia adalah pria yang spesial di mata Anda.Cinta, kasih sayang dan perhatian dari sang istri akan membuat sang suami semakin mencintai dan selalu ingin bersama istri. 
 

Semoga tips ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Aamiin. 





Tips agar pernikahan tetap langgeng dan mesra




 Bagaimana cara mudah agar pernikahan tetap mesra dan tidak berujung dengan perceraian??



Setelah menikah bertahun-tahun bisa jadi kadar cinta Anda pada pasangan tidak lagi seperti dulu. Jika hal itu terus terjadi bukan tidak mungkin pernikahan tersebut akhirnya berbuah perceraian.

Menurut Debra Castaldo, Ph.D, penulis ‘Gift of Love’, dari penelitian tentang pernikahan dan perceraian, bisa dilihat, hal-hal sehari-harilah yang bisa membuat pernikahan tersebut hancur atau tetap langgeng.

Oleh karena itu, coba terapkan tujuh cara berikut ini dalam kehidupan sehari-hari yang tentu saja bisa membuat pernikahan Anda dan pasangan bertahan selamanya. Tujuh cara berikut cukup dilakukan dalam lima menit atau setidaknya tak sampai butuh waktu berjam-jam, seperti dikutip dari RedBook:

1. Curhat dengan Cepat
“Tentu akan sangat sulit jika dalam sebuah hubungan Anda atau pasangan selalu berusaha merasa senang,” ujar pakar pernikahan Brian Grossman, Ph.D dan juga penulis ‘Learning to Listen: Did You Hear What I Think I Said?’.

Jadi tidak ada salahnya dalam keseharian bersama pasangan, Anda mengungkapkan segala isi hati yang mengganggu, entah itu soal pekerjaan, teman, anak, atau hal-hal lainnya.

“Cara tersebut bisa membuat Anda dan pasangan lebih dekat. Dan jangan merasa Anda harus memberikan solusi. Aktivitas ini lebih ke soal Anda dan pasangan saling mengungkapkan isi hati masing-masing,” jelas Brian.

2. Saling Membantu
Mencuci mobil, membuang sampah, membayar tagihan listrik atau kerjakan tugas apapun yang selama ini dikerjakannya. Cara tersebut bisa membuat Anda menghargai apa yang dilakukannya.

Hal sebaliknya juga berlaku untuk para pria. Membantu istri mengerjakan salah satu tugasnya juga bisa membuat Anda menghargai apa yang selama ini mereka kerjakan. Sementara istri akan melihat Anda sebagai sosok suami yang tidak egois karena mau ikut terjun mengurus rumah.

3. Mandi Bersama
Tidak masalah seberapa sibuk hari Anda dan si dia, setiap pasangan bisa meluangkan waktu setidaknya lima menit untuk mandi bersama di pagi atau malam hari. Aktivitas ini tentu saja selain menambah semangat juga bisa membuat Anda dan si dia semakin dekat.

4. Puji Pasangan
Tidak butuh waktu sampai berjam-jam hanya untuk melontarkan sebuah pujian pada pasangan. Anda bisa mengatakan ‘kamu hebat’ pada pasangan, misalnya, saat dia dipuji oleh atasannya atau ketika dia bisa membetulkan kran air.

Memberikan pujian saat Anda dan dia berkumpul bersama teman-teman juga bisa dilakukan. Pujilah soal bagaimana dia selama ini selalu bisa membuat Anda dan si kecil tersenyum.

5. Membuatkan Kopi atau Teh di Pagi Hari
Tindakan kecil Anda, apapun itu, bisa membuat pasangan merasa dicintai. Jadi tidak ada salahnya Anda membuatkannya kopi atau teh di pagi hari. Membenarkan dasinya saat dia akan berangkat kerja atau hal-hal kecil lainnya, semuanya bisa membuat Anda dan pasangan semakin saling mencintai.

6. Ungkapkan Apa yang Membuat Anda Merasa Dicintai
Saat Anda melalui hari yang rasanya begitu berat, saat pasangan sudah ada di rumah, rasanya Anda butuh dipeluk olehnya. Apakah Anda meminta pada si dia? Ketimbang hanya mengkhayal saja, katakan langsung padanya keinginan Anda itu.

Jangan ragu untuk mengungkapkan hal-hal yang memang membuat Anda merasa dicintai, entah itu pelukan, ciuman atau bantuannya mengurus si kecil. Percayalah, kalau memang itu bisa membuat Anda bahagia, suami pasti mau melakukannya. Hal sebaliknya tentu juga berlaku untuk suami. Dia pun berhak mendapat perhatian Anda atas apa yang membuatnya merasa disayang oleh istrinya.

7. Selalu Penasaran
“Sebuah hubungan bisa jadi membosankan ketika kita berpikir sudah saling tahu tentang satu sama lain. Jadi rasa penasaran sebenarnya adalah gairah untuk menghilangkan kebosanan itu,” ujar salah satu penulis ‘Co-Active Coaching’ Karen Kimsey-House.

Karen sendiri mengaku dirinya senang dengan kejutan-kejutan saat sang suami ternyata menjawab pertanyaan yang diberikannya tanpa ia bisa duga. Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan:
- Apa baju Anda yang jadi favorit suami dan kenapa?
- Hal apa yang tidak pernah diberitahukan suami pada orang lain, termasuk Anda?
- Kalau suami bisa ada di tempat manapun di muka bumi ini, di mana dia ingin berada?

Selain tiga pertanyaan di atas, Anda bisa membuat pertanyaan lain sesuai kreatifitas dan keinginan. Bersiaplah menemukan jawaban yang tak pernah Anda duga dan bisa jadi membuat Anda tersenyum senang. Tapi kalau ternyata jawabannya mengecewakan, jangan buat hal tersebut jadi masalah 

 Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembacanya. Aamiin





Referensi artikel: Wolipop



Membina kasih sayang dalam keluarga

Membina kasih sayang dalam keluarga sangat diperlukan agar keluarga menjadi bahagia dan harmonis.

Ikatan perkawinan merupakan sebuah ikatan suci yang terjadi karena adanya kebutuhan dan daya tarik antara laki-laki dan perempuan secara timbal balik. Namun, kehidupan harmonis yang bisa membawa pasangan suami istri menuju ke puncak materi dan spiritual, semata-mata karena adanya unsur “kasih sayang”.

Mungkinkah ada rumah tangga yang bertahan dan kontinu dengan tanpa adanya kasih sayang kendati sesaat pun ? Mungkinkah masing-masing suami istri mampu bertahan menghadapi pasangannya tanpa adanya kasih sayang secara timbal balik dan hubungan kemanusiaan Sementara Allah mendasari kehidupan rumah tangga dengan fondasi “cinta dan kasih sayang“.

Kendati cinta dan kasih sayang adalah unsur penting dalam kehidupan rumah tangga, namun, sikap dan perilaku suami atau istrilah yang akan mengobarkan atau memadamkan api kasih sayang di antara mereka. Baik perilaku muncul berdasarkan kesadaran atau tidak. Berdasarkan kebodohan atau kesengajaan.

Tidak sedikit rumah tangga yang dimulai dengan cinta dan kasih sayang, tetapi karena pasangan suami istri tidak atau kurang mengetahui bagaimana caranya mengendalikan bahtera keluarganya, mereka mengalami kebingungan bahkan sampai tenggelam dalam kehancuran. Ikatan perkawinan yang seharusnya membawa pasangan suami istri mencapai ketenangan dan kedamaian malah membawa mereka ke dalam perselisihan dan dosa.

Tanpa adanya perhatian serius masing-masing pasangan suami istri terhadap prinsip-prinsip kehidupan rumah tangga dan akhlak, bahtera yang dibangun selama ini akan pudar begitu saja, yang efeknya tidak saja merusak pribadi masing-masing, akan tetapi masyarakat sekitar juga akan merasakan dampaknya. Karena rumah tangga adalah bagian terkecil dari kehidupan sosial, baik buruknya kehidupan sosial tergantung dengan baik buruknya kehidupan setiap rumah tangga.

Beberapa faktor penyebab hilangnya kasih sayang dalam rumah tangga di antaranya :

1. Berakhlak Buruk

Rasulullah SAW bersabda “Akhlak buruk akan menyebabkan hidup sulit dan batin tersiksa”. Akhlak yang buruk merupakan sifat yang jelek, dan sulit bahkan tidak mungkin bagi orang lain untuk menerimanya. Bila salah satu dari pasangan suami istri terjangkit akhlak buruk, maka ia akan mengubah rumah tangganya menjadi sebuah neraka.

Berakhlak buruk, baik dalam lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga, adalah penyebab kesusahan bagi pelakunya maupun orang-orang sekitarnya. Dalam riwayat ditekankan “Jangan sampai kawin dengan orang yang akhlaknya buruk!” karena akhlak buruk menyebabkan kesedihan. Sebagaimana riwayat Imam Ali AS bahwa setengah dari penyebab ketuaan adalah sedih.

Tentunya berakhlak buruk di sini memiliki makna umum,seperti : galak, muka masam dan cemberut, berkata-kata pedas, mencaci maki dan lain-lain. Sifat-sifat yang ada ini, bila terdapat pada salah satu pasangan suami istri, maka kehidupan rumah tangga akan menjadi pahit dan suram. Yang pada akhirnya menyebabkan padamnya api kasih sayang di antara keduanya.

2. Mencari-cari Aib dan Kejelekan Orang Lain

Manusia, selain memiliki sisi kebaikan, ia juga memiliki sisi kejelekan. Tidak seorang pun berhak untuk mengharapkan orang lain sempurna. Orang yang selalu bersandar pada kekurangan orang lain, senantiasa curiga dan tidak merasa cukup dengan apa yang ada pada orang lain. Suami atau istri yang bersandar pada kesalahan pasangannya, sekecil-kecilnya kesalahan pasangannya akan dijadikan alasan untuk memarahinya. Bila suami atau istri demikian, maka pasangannya akan menjauhinya, dan kehidupan bagi mereka tidak menyenangkan lagi.

Bila kita ingin memiliki suasana yang hangat dalam kehidupan rumah tangga, mari kita lihat sisi positif pasangan kita. Sehingga kita tidak mudah marah, juga tidak membuat pasangan kita tersiksa. Bila pasangan kita berbuat salah atau berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka jangan spontan melakukan interaksi.

Mencari-cari kejelekan orang lain akan merusak hubungan yang sudah akrab sebelumnya. Bahkan akan menjadikan permusuhan. Sebaliknya memuji kelebihan orang lain akan membuat hubungan semakin akrab.

Dudukkan orang lain sebagai diri kita, jika kita senang orang lain menghormati kita maka kita hormati orang lain. Jika kita tidak suka orang lain berakhlak buruk kepada kita, maka jangan berakhlak buruk terhadap orang lain.

3. Tidak mau Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Pemaaf adalah salah satu dari sifat Allah. Barang siapa yang ingin mendapatkan ampunan ilahi, ia harus memiliki sifat pemaaf. Bagaimana mungkin seseorang akan diampuni oleh Allah, sementara ia sendiri tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Seseorang bisa mengetuk pintu Allah melalui sifat yang dimilikinya. Katakanlah seseorang mau minta ampun kepada Allah, maka ia harus memiliki sifat ilahi tersebut.

Orang yang tidak mau mengampuni kesalahan orang lain, akan membuat orang lain benci dan dendam kepadanya. Apalagi jika hal ini terjadi dalam sebuah rumah tangga. Yang seharusnya anggota keluarga memaafkan yang lainnya, malah keadaan dibikin lebih ruwet yang akibatnya lebih fatal.

4. Memasukkan Urusan Luar ke dalam Rumah Tangga

Seorang suami atau istri yang memiliki kesibukan di luar rumah, senantiasa berhadapan dengan berbagai macam bentuk sikap dan perilaku manusia. Bila suami atau istri di luar rumah bermasalah dengan rekan kerjanya, hal ini tidak perlu diceritakan kepada pasangannya. Mengapa demikian, karena suami atau istri akan menemukan titik kelemahan pasangannya, dan suatu saat akan dijadikan kunci untuk menjatuhkannya, bila terjadi percekcokan di antara keduanya.

Begitu juga, masing-masing pasangan suami istri jangan menceritakan kelebihan dan memuji-muji teman kerjanya; teman kerja perempuan maupun laki-laki, karena akan berakibat fatal. Misalnya; suami menceritakan kelebihan teman kerja perempuannya kepada istrinya, maka akan timbul kecurigaan pada istri terhadap suaminya. Begitu juga sebaliknya. Bila suami menceritakan kelebihan teman kerja prianya, maka istri akan membanding-bandingkan orang tersebut dengan suaminya.

Sementara, membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang dimiliki orang lain akibatnya adalah kita tidak merasa nyaman dengan apa yang kita miliki. Kita senantiasa merasa kurang dan lupa dengan pemberian Allah. Yang tampak di mata kita hanya kepunyaan orang lain, sehingga kita tidak mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita. Orang yang senantiasa membanding-bandingkan pekerjaan, harta, posisi dan segala apa yang dimilikinya dengan apa yang dimiliki orang lain, ia tidak akan merasa tenang dalam hidupnya.

Jalan keluar, agar jangan sampai kita hanya melihat apa yang dimiliki orang lain adalah pertama, meyakini bahwa apa yang diberikan Allah kepada setiap hamba-Nya akan dimintai pertanggung jawaban. Kedua, kita harus melihat orang-orang yang kondisinya lebih rendah dari kita, sehingga kita akan senantiasa mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita.

Masalah di luar rumah tangga tidak perlu diusung ke dalam lingkungan rumah tangga, begitu juga sebaliknya masalah dalam lingkungan rumah tangga tidak perlu dibawa keluar, bila pasangan suami istri ingin hidup tenang dan tenteram.

5. Tidak Mengungkapkan Rasa Kasih Sayang

Setiap manusia secara fitrah membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari sesamanya. Perhatian dan kasih sayang kaitannya dengan hati. Namun bila tidak ditampakkan dengan bentuk perilaku dan sikap maka orang lain tidak akan memahaminya.

Berkaitan dengan kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersabda “Ucapan seorang suami kepada istrinya “Aku mencintaimu” sama sekali tidak akan hilang dari hatinya”. Seseorang mengungkapkan kasih sayang kepada sesamanya, khususnya ungkapan kecintaan suami kepada istrinya, akan membuat istri memahami seberapa jauh kasih sayang suaminya kepadanya.

Pengungkapan kasih sayang bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti; memberi hadiah, menelepon, meluangkan waktu untuk berbincang-bincang, bercanda, dan mengungkapkan dengan kata-kata. Ungkapan kasih sayang suami kepada istri adalah motor penggerak dalam kehidupan mereka.

Bila suami mengingat hari ulang tahun kelahiran istrinya, hari perkawinan mereka, kemudian mengadakan acara untuk mensyukuri ikatan suci ini, suami mengucapkan terima kasih atas segala jerih payah si istri, dan meminta maaf atas segala kesalahannya, maka kehidupan mereka akan lebih ceria dan menyenangkan, begitu juga kekhawatiran dan kesedihan yang menghantui pikiran istri tidak akan mampu memisahkan ikatan suci keduanya, dan tidak seorang pun bisa mewujudkan kedengkian di antara keduanya.

Dalam kehidupan rumah tangga, perlu adanya pengungkapan rasa kasih sayang dari kedua belah pihak, di berbagai kondisi. Bila suami atau istri berpikir bahwa kasih sayang hanya berurusan dengan hati, dan tidak perlu diungkapkan, maka kehidupan rumah tangga akan menjadi dingin dan senyap, dan kecintaan masing-masing terhadap pasangannya akan memudar.

Boleh jadi seseorang mudah untuk mengikat sebuah ikatan perkawinan, namun menjaga ikatan, perlu ilmu dan cara-cara yang diperlukan, karena pasangan kita bukan barang, melainkan orang. Orang yang memiliki perasaan. Di sinilah kita harus menjaga perasaan pasangan kita, agar ikatan suci perkawinan tetap terjaga sampai kita tua. :)

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca blog ini..Aamiin Ya Robbal Alamin..Silahkan share atau berbagi artikel dengan sahabat-sahabat kita.





( Sumber tulisan : Emi Nur Hayati Ma’sum Said – Mahasiswi S2 Jurusan Tarbiyah Islamiyah & Akhlak di Universitas Jamiah Azzahra, Qom – Iran )





Menjaga Cinta Suami-Istri Agar Langgeng

Awal menikah atau ketika sedang jatuh cinta pasangan acapkali merasa cintanya akan terus menggairahkan. Perkawinan sekalipun diawali dengan cinta yang menggebu bukanlah merupakan jaminan bahwa cinta tersebut tidak akan pudar, cinta seringkali mengalami pasang surut, terlebih lagi untuk jangka panjang dan melalui berbagai pergumulan.

Dalam menjalani kehidupan keluarga ada beragam persoalan dan berbagai alasan yang bisa menimbulkan gesekan ataupun benturan yang mudah memudarkan serta merusak cinta. Tanpa pemeliharaan yang telaten cinta suami istri mudah sirna, dan tidak lagi melatar belakangi kehidupan berdua. Jangan tunggu sampai meredup, sejak awal perkawinan, cinta perlu dirawat, dijaga agar tetap hangat, mesra, menarik dan terasa menyenangkan bagi keduanya. Keluarga yang diwarnai dengan hubungan suami istri yang penuh cinta kasih akan menciptakan suasana yang hangat dan akrab dan kasih sayang suami istri akan dirasakan serta ditularkan ke anak-anak dan seluruh anggota keluarga. Memelihara, merawat cinta perlu dilakukan sejak awal perkawinan dan menjadi prioritas agar cinta suami istri dapat terus bertumbuh serta senantiasa diperkaya.


Pernikahan yang sukses merupakan usaha dan hasil kerjasama dari dua orang yang berusaha merawat cinta mereka berdua tetap bergairah.

Cinta

Beberapa ahli psikologi meyakini bahwa cinta merupakan emosi paling utama yang mendasari berbagai nuansa emosi lainnya. Ada berbagai definisi atau pengertian yang bisa dikemukakan apabila pada seseorang ditanyakan apa arti cinta. Ada pula berbagai bentuk dan manifestasi cinta. Konsep tradisional dari cinta dikemukakan oleh filosof Irving Singer dengan 4 macam cinta yaitu eros (cinta keindahan yang sifatnya fisik), philia (cinta pertemanan), nomos (submisif & kepatuhan) dan agape (cinta spiritual, tidak mementingkan diri sendiri). Lee (1973) mengemukakan 6 gaya cinta yaitu eros (cinta erotis yang mengutamakan daya tarik fisik), ludus (cinta sebagai permainan / game), Storge (cinta yang didasari pertemanan), Pragma (mencintai seseorang karena sesuai dengan kebutuhan), Mania (cinta yang ditandai dengan emosi yang naik turun dalam ketergantungan satu dengan yang lain), Agape (cinta spiritual yang mementingkan orang lain). Cinta romantis sebagai bagian dari pernikahan, baru dibicarakan dan dikembangkan di abad-abad akhir, ketika pernikahan menjadi pilihan pribadi, sekalipun sebenarnya literatur Cina sudah mencatat hal tersebut ribuan tahun yang lalu.

Suami istri mencintai pasangannya tidak selalu dengan gaya, ekspresi, ataupun porsi yang sama. Erich Fromm dalam bukunya The Art of Loving menggambarkan bahwa cinta adalah sebuah seni yang harus dipelajari, dipraktekkan dan terus diasah. Berarti cinta tidak berkembang dengan sendirinya, perlu usaha untuk memelihara dan menjaganya. Cinta membuat pasangan merasa dekat, terikat dan saling memiliki, sehingga bisa membuka diri sampai taraf yang paling intim.

Robert Sternberg, seorang psikolog dari Yale University melakukan penelitian tentang cinta romantis dan mengemukakan teori segitiga cinta yang memungkinkan dipahami adanya dinamika serta model atau kualitas cinta yang berbeda-beda, bergantung dari kombinasi ada tidaknya, ataupun besar kecilnya komponen cinta yaitu Gairah (passion), Keintiman (intimacy) dan Komitmen (commitment). Kombinasi ini bisa berbeda pada waktu yang berbeda dalam hubungan cinta yang sama.

*Gairah

Komponen gairah merujuk pada romantisme dan daya tarik, merupakan getaran perasaan yang mendorong seseorang untuk bercinta, bersifat sensual dan seksual. Gairah ditandai oleh rangsangan fisik dan kerinduan yang besar akan kasih sayang yang dinyatakan secara fisik. Perasaan senang dan bahagia ketika bisa berdekatan, ataupun bersentuhan secara fisik merupakan sisi gairah cinta.

**Komitmen

Merupakan sisi kognitif dari cinta. Terdiri dari dua bagian yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek adalah keputusan untuk mencintai seseorang (mungkin tanpa disadari). Jangka panjang adalah keputusan untuk mempertahankan dan merawat cinta dengan orang tersebut. dalam perkawinan hingga akhir hidup. Komitmen untuk mempertahankan perkawinan, memungkinkan suami istri tetap setia dan bertahan berjalan bersama serta mampu mengatasi masa-masa ketika gairah cinta mulai menurun.

***Keintiman

Sisi emosional dari cinta adalah keintiman, kedekatan bukan saja secara fisik tetapi juga kedekatan hati. Kedekatan yang memungkinkan seseorang berani membuka diri, mempercayakan hal-hal pribadinya kepada orang yang dicintai. Ada perasaan percaya karena diterima apa adanya sehingga seseorang tidak merasa perlu merahasiakan sesuatu. Tanpa perawatan dan pemeliharaan yang sungguh-sungguh keintiman sulit dicapai, sebab dibutuhkan pengenalan, pemahaman, kepekaan, empati dari pasangannya untuk seseorang bisa membuka diri. Dengan keintiman, suami istri dapat menyatu sebagai ”satu daging” dan masing-masing akan merasa saling memiliki.

Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. (Effesus 5:31)

Beberapa tanda keintiman adalah :
*Senang dan ingin pasangannya juga merasa bahagia
*Merasa bahagia ketika ada bersama
*Senang berdekatan, bersentuhan atau berpegangan tangan
*Merasa mendapat dan suka memberi dukungan emosional dari / ke pasangan
*Menghargai kehadiran dan keberadaan pasangan.

Macam-macam cinta berdasarkan ada tidaknya tiga komponen cinta :
*Suka - keintiman
*Cinta romantis - keintiman & gairah
*Cinta berahi - gairah
*Cinta dangkal - gairah & komitmen
*Cinta persahabatan - keintiman & komitmen
*Cinta sejati - keintiman, gairah & komitmen

Dengan memahami komponen segitiga cinta dengan unsur-unsur yang tidak selalu seimbang maka akan ada berbagai bentuk cinta. Cinta dalam pernikahan selayaknya adalah cinta sejati dibangun berdasarkan ketiga komponen tersebut dengan kombinasi yang seimbang. Namun perlu dipahami segitiga cinta suami istri belum tentu memiliki sisi sama besar. Mungkin saja sisi gairah suami lebih besar daripada istri dan sebaliknya istri memiliki sisi komitmen yang lebih besar. Bagaimana cinta yang diberikan dan diterima juga sangat tergantung dari bagaimana setiap pribadi memaknainya.

Dalam perjalanan kehidupan pernikahan, model cinta tidak selamanya sama, bisa berubah-ubah bentuk dan manifestasinya. Ada saat-saat dimana bagi salah satu pasangan sisi tertentu lebih kuat dibandingkan yang lain. Ada tahap2 cinta yang bisa dirasakan berbeda pada masa-masa tertentu.

1. Romantisme

Tahap awal pernikahan dengan cinta kasih yang masih menggelora, masing-masing memuja dan mengagumi pasangannya. Dalam tahap ini suami istri menikmati peralihan kehidupan lajang masuk dalam kehidupan berdua, merasa saling memiliki dan menikmati kebahagiaan bersama

2. Pergumulan

Dengan berjalannya waktu dengan tugas serta perannya masing-masing, muncul ketidak serasian dalam membangun kehidupan bersama. Suami istri akan belajar saling menyesuaikan diri dan untuk berhasil dibutuhkan toleransi tinggi, saling mengalah, saling tolong dengan cinta dan cara yang semakin dewasa. Penyesuaian diri dalam banyak hal akan menjadi pergumulan pribadi suami atau istri agar menjadi makin selaras.

3. Kerja sama

Bertumbuhnya saling pengertian dan pemahaman baik dari sisi kognitif maupun emosi, memungkinkan suami istri bekerja sama. Masing-masing menyadari bahwa keduanya berbeda dan merupakan pribadi yang utuh namun bersama-sama dan saling bertolongan membangun sebuah keluarga. Dengan mengenali dan memahami diri pribadi, suami atau istri akan lebih mudah memahami dan menerima pasangannya. Perbedaan yang ada dimanfaatkan untuk saling melengkapi dan saling mendukung.

4. Kebersamaan

Setelah kerjasama berlangsung dengan baik, dan saling menerima pasangan dengan segala kelebihan maupun kekurangannya, keintiman suami istri semakin bertumbuh. Rasa saling memiliki dan menyatu menimbulkan perasaan aman dan nyaman. Kebersamaan yang terjalin akan terasa semakin dekat dan akrab.

5.Kreativitas bersama

Pernikahan yang telah berlangsung cukup lama dengan ’selesainya’ berbagai tugas suami istri maupun tugas sebagai orang tua dengan melewati berbagai pergumulan suka dan duka, kedekatan dan keintiman menjadi semakin terasa. Perhatian yang lebih terhadap pasangan dan bersama-sama berkreasi untuk berbagai kegiatan atau hobby akan mewarnai kehidupan berdua, jika tahapan-tahapan cinta dilalui dengan hubungan dan pemahaman yang semakin baik.

Merawat cinta suami istri

Les Parrot menggambarkan pernikahan bagaikan tarian cinta. Suami istri mengawalinya dengan kecanggungan menyeret kaki, tersandung, bahkan menginjak kaki pasangannya. Apabila mereka bertahan, berlatih terus untuk menjadi semakin selaras dalam gerak dan laku maka saat-saat sulit tetap dirasakan keindahannya bila kedua pihak pada akhirnya mengalami irama yang sama dalam gairah, keintiman dan komitmen..

Tanaman membutuhkan perawatan yang serius untuk tumbuh subur dan bisa berkembang atau berbuah dengan baik. Ia perlu disiram, dipupuk, mungkin harus diganti media tanamnya atau terkadang perlu dipindahkan ke tempat yang lebih cocok udara dan sinar mataharinya, atau mungkin ada semak dan benalu yang perlu dipangkas, dicabut agar pertumbuhan tanaman tersebut tidak terganggu.

Demikian pula dengan cinta, bahkan dibutuhkan upaya yang lebih lagi untuk merawat cinta suami istri. Cinta perlu disiram dengan perhatian, saling menghargai dan memuji, kerendahan hati, juga dipupuk dengan pemahaman, toleransi, persediaan maaf yang tidak ada habisnya, niat untuk menolong, serta diberi wadah yang mempesona melalui surprise yang membahagiakan pasangan. Hal-hal yang mengganggu perlu dipangkas seperti misalnya, kata-kata dan perilaku yang saling menyakitkan, kemarahan yang tidak pada tempatnya agar cinta tetap terasa menggairahkan, bertumbuh dan berbuah. Untuk itu dibutuhkan kecerdasan emosi dari suami istri agar bisa mengenali perasaan diri, mengelola emosi, mampu memotivasi diri dan pasangan, serta memahami dan menjalin relasi yang membangun.

Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam merawat cinta suami isteri

*Menikah dengan alasan yang sehat
Ada berbagai alasan menikah, merawat cinta suami isteri perlu diawali dengan alasan yang sehat untuk menikah yaitu,
-merupakan ekspresi dari cinta & persahabatan
-keinginan untuk membangun keluarga
-memenuhi kebutuhan fisik, sosial & ekonomi
-hidup berbagi dengan pasangan
-bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain
-mengoptimalkan potensi
-meningkatkan pertumbuhan rohani

Kesetaraan otoritas

Dalam keluarga Kristen suami adalah kepala keluarga dan pemimpin, namun suami bukanlah pemimpin yang otoriter. Suami istri adalah mitra, pasangan yang sepadan dalam menjalankan peran sebagai suami istri dan orang tua ataupun peran lain dalam lingkup kehidupan keluarga. Kalaupun masing-masing mempunyai kelebihan maka kelebihan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan berdua, saling mengisi dan mendukung keluarga.

Mengenal pasangan

Hidup bersama di bawah satu atap bukan jaminan untuk bisa mengenal dan memahami pasangan secara baik. Mungkin kita merasa mengenal pasangan dengan baik, tetapi tidak jarang ada banyak hal yang kita tidak / kurang kenal dan tidak paham mengenai pasangan kita. Dibutuhkan kemauan, usaha, saling terbuka dan komunikasi yang efektif untuk suami istri mengenal dan memahami pasangannya.

Mengenal dan memahami suami sebagai laki-laki / istri sebagai perempuan

Konflik dan ketegangan seringkali terjadi karena suami istri sering tidak saling memahami dan kurang mempertimbangkan fakta bahwa laki laki dan perempuan berbeda karakteristik dalam cara berpikir, bertindak, dan juga cara memandang lingkungannya.

Laki-laki dan Perempuan
> Mengandalkan logika( laki-laki) - Mengandalkan perasaan(perempuan)
> Fokus pada prinsip utama(laki-laki) - Fokus pada detil (perempuan)
> Fokus pada satu hal - Mengerjakan beberapa hal sekaligus
> Pekerjaan - bagian diri - Keluarga – bagian diri
> Cenderung stabil - Mudah berubah-ubah

Hal-hal yang menjadi kebutuhan utama laki-laki dan perempuan juga berbeda:

Laki-laki Perempuan
> Seks - Kasih Sayang
> Rekreasi - Komunikasi & percakapan
> Wanita yang menarik - Kejujuran & keterbukaan
> Dukungan keluarga - Dukungan keuangan
> Dikagumi – dihormati - Komitmen terhadap keluarga

Kesempatan mengoptimalkan potensi dan pertumbuhan rohani..
Pernikahan yang bahagia adalah jika suami atau istri dapat mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki dengan saling bertolongan. Ikatan pernikahan memberikan lingkungan yang ideal di mana suami dan istri dapat mengekspresikan serta mengaktualisasikan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Suami istri saling mendukung, berdoa, menghibur dan menguatkan, dalam mendorong kehidupan rohani untuk bertumbuh di dalam Tuhan. Bersama-sama mereka berdoa, menyembah, membaca dan mendiskusikan firman Tuhan, menjadi dasar kehidupan yang akan sangat menolong suami istri dalam usaha mereka merawat cinta berdua dan keluarga.

Mengatasi konflik

Konflik-konflik yang terjadi dalam hubungan suami istri sebenarnya merupakan bagian dari proses harmonisasi. Tidak ada pernikahan yang bebas konflik, yang penting adalah bukan ada atau tidak adanya konflik ataupun pertengkaran yang terjadi dalam hubungan suami istri. konflik. Ada 4 cara berkonflik yang harus dihindari karena membuat hubungan menjadi buruk yaitu, mengkritik dan merendahkan, menghina, membela diri dan membisu.

Berkonflik / bertengkar dengan baik :
Jangan lari dari pertengkaran, perselisihan harus dihadapi dan diselesaikan. Pertengkaran yang tidak diselesaikan akan berkembang bagaikan api dalam sekam.
Hindari atau berhati-hatilah memasuki ’wilayah peka’ pasangan.
Usahakan menyampaikan masalah dengan jelas.
Nyatakan perasaan diri secara langsung (Gunakan bahasa ”saya” bukan kamu).
Konflik memberikan kesempatan suami istri untuk lebih saling mengenal pasangannya.

Komunikasi

Komunikasi adalah penyampaian atau pertukaran informasi. Komunikasi yang berhasil adalah bila informasi yang disampaikan diterima dan memberi pengertian sebagaimana yang dimaksudkan. Dalam perkawinan, sekalipun suami istri berkomunikasi setiap hari belum tentu komunikasi yang terjadi adalah komunikasi yang berkualitas untuk membangun keintiman dan memelihara cinta. Komunikasi bukan sekedar percakapan verbal, unsur non verbal seperti gerak isyarat, ekspresi muka, bahasa tubuh, nada bicara, memainkan peranan yang bahkan lebih besar daripada kata-kata yang diucapkan. Untuk memahami tidak cukup hanya mendengar apa yang diucapkan tetapi perlu mendengarkan, dengan memberi perhatian penuh, menaruh minat tulus akan apa yang dikatakan dan keinginan untuk mengerti. Suami istri perlu menghindari cara berkomunikasi yang bisa menjadi sumbatan, menimbulkan perasaan enggan untuk berkomunikasi.

Kualitas komunikasi :
Basa basi
Menyampaikan fakta atau informasi
Mengekspresikan ide dan pendapat
Berbagi perasaan
Berbagi perasaan dan keadaan pribadi dengan keterbukaan serta kejujuran
Berbagi kehidupan keimanan

Ada banyak hal yang perlu dicermati suami istri dalam menjalani kehidupan perkawinan, yang tak bisa diabaikan adalah merawat dan memperkaya cinta, KOMUNIKASI akan menolong keduanya menjadi pasangan yang harmonis.

K esediaan menjadi pendengar yang sungguh dan tulus
O lah informasi dengan kerangka berpikir positif
M embuka diri akan memudahkan suami istri mengenal pasangannya
U sahakan berkomunikasi sampai taraf perasaan
N iat yang baik perlu disampaikan secara baik pula terhadap pasangan
I mani bahwa pasangan yang terbaik
K erahkan segala daya untuk memelihara & merawat cinta
A jak pasangan untuk sama-sama bertumbuh
S erahkan segala masalah kepada Tuhan
I jinkan Tuhan ikut campur tangan dalam kehidupan keluarga

Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.





Referensi Artikel : Romantise