Blog Dream of Love berisikan tentang Cinta, Informasi, Artikel keluarga dan Berita aktual terkini

Penjelasan Ilmiah Tentang Donor Darah


Menyumbangkan darah tanpa pamrih merupakan perbuatan yang mulia karena dapat menyelamatkan banyak nyawa. Sayangnya, masih banyak orang yang enggan mendonorkan darah karena percaya dengan anggapan yang keliru seputar donor darah.

Ada beberapa mitos yang masih banyak beredar di masyarakat, yang menyebabkan banyak orang ragu atau takut untuk dapat menyumbangkan darahnya demi menyelamatkan hidup orang baik.

Berikut beberapa mitos dan penjelasan ilmiah yang disampaikan Dr. Rani Prem Kumar, konsultan Blood Bank di Moolchand Medcity, seperti dilansir timeofindia, Rabu (25/1/2012):

Mitos, mendonorkan darah membuat jumlah darah berkurang.
Faktanya, itu tidaklah benar. Pada kenyataannya dibutuhkan 1 atau 2 hari untuk mengisi volume cairan dalam tubuh dan 3 bulan untuk regenerasi sel darah merah untuk menyumbangkan darah lebih banyak.

Mitos, disarankan untuk beristirahat seharian penuh setelah menyumbangkan darah.
Faktanya, orang tetap dapat dengan mudah melanjutkan aktivitasnya sehari-hari setelah menyumbangkan darah, tetapi harus memperhatikan beberapa hal seperti berikut:


1. Minum minimal 10-12 gelas air termasuk jus dalam waktu 24 jam setelah donor darah.
2. Hindari paparan sinar matahari.
3. Hindari mengemudi selama 2-3 jam berikutnya.
4. Hindari merokok untuk 4 jam berikutnya.
5. Hindari alkohol untuk 24 jam berikutnya.


Mitos, donor darah adalah suatu prosedur yang menyakitkan.
Faktanya, menyumbangkan darah tidak menyakitkan sama sekali. Pendonor hanya merasakan sensasi seperti dicubit sedikit ketika jarum menusuk lengan.

Mitos, jangan sering-sering mendonorkan darah karena akan membuat tubuh lemah.
Faktanya, orang yang sehat bisa mendonorkan darah empat kali setahun dengan minimum 3 bulan jarah antara masing-masing donor darah.

Mitos, perokok tidak dapat menyumbangkan darah.
Faktanya, perokok masih bisa menyumbangkan darah tapi harus menjauhkan diri dari satu jam sebelum dan setelah donor darah.

Mitos, donor darah secara teratur dapat menyebabkan obesitas (kegemukan)
Faktanya, menyumbangkan darah tidak mempengaruhi berat badan Anda. Namun memang pada beberapa orang yang setelah donor darah makan makanan yang lebih dari normal dan menghindari latihan, dapat menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi hal itu tidak secara langsung berhubungan dengan donor darah.




10 Tanda Penderita Stres


Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti mempunyai masalah. Terkadang apabila seorang individu terlalu berpikir terlalu dalam mengenai masalah hidup yang sedang dialami, maka dapat membuatnya stres. 

Orang-orang mungkin seringkali mengalami stres yang berkepanjangan atau stres kronis dalam menghadapi kehidupan sehari-harinya. Saking seringnya stres kadang sudah tidak merasakan atau mengabaikan gejala-gejala stresnya.

"Jika berada di bawah stres kronis, yaitu menderita serangan harian stres dari pekerjaan atau kehidupan pribadi yang sedang dalam kekacauan, mungkin akan menunjukkan gejala yang cukup biasa atau tidak parah. Jika mengalami tanda dan gejala stres, luangkan waktu setiap hari untuk melakukan kegiatan yang diinginkan, seperti pergi untuk berjalan-jalan," kata Stevan E. Hobfoll, PhD, ketua departemen ilmu perilaku di Rush University Medical Center.

Berikut 10 tanda stres yang seringkali diabaikan seperti dikutip dari FoxNewsHealth, Sabtu (7/1/2012) antara lain:

1. Migrain
"Sebuah penurunan mendadak dalam stres dapat memicu migrain. Dengan mematuhi jadwal tidur dan jadwal makan dapat untuk meminimalkan faktor pemicu migrain lainnya," kata Todd Schwedt, MD, direktur dari Headache Center Universitas Washington.

2. Kram perut saat periode menstruasi
Perempuan yang mengalami stres dapat dua kali lebih mungkin mengalami kram perut saat menstruasi yang menyakitkan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang diinduksi oleh stres.

3. Sakit rahang
"Rahang yang sakit dapat menjadi tanda kerot (miring) di malam hari (bruxism). Bruxism biasanya terjadi selama tidur dan dapat diperburuk oleh stres," kata Matthew Messina, DDS, dari American Dental Association.

4. Mimpi aneh
Mimpi biasanya mendapatkan progresif lebih positif saat tidur, sehingga akan bangun dalam suasana hati yang lebih baik daripada saat akan pergi tidur. Tetapi ketika sedang stres, maka akan bangun lebih sering. Sehingga mengganggu proses tersebut dan memungkinkan gambaran mimpi yang tidak menyenangkan berulang kali sepanjang malam.

"Kebiasaan tidur yang baik dapat membantu mencegah hal tersebut. Tidur yang baik yaitu mencukupi waktu tidur selama 7-8 jam setiap malam, serta menghindari kafein dan alkohol sebelum tidur," kata Rosalind Cartwright, PhD, seorang profesor emeritus psikologi di Rush University Medical Center.

5. Perdarahan gusi
Menurut analisis dari 14 studi sebelumnya di Brazil, orang yang stres memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit periodontal.

"Tingkat kronis peningkatan kortisol hormon stres dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan memungkinkan bakteri untuk menyerang gusi," kata Preston Miller, DDS, dari American Academy of Periodontology.

6. Jerawat
"Stres dapat meningkatkan peradangan yang menyebabkan jerawat," kata Gil Yosipovitch, MD, profesor dermatologi klinis di Wake Forest University.


7. Menginginkan cokelat dan lebih banyak makanan manis
Menginginkan cokelat dan lebih banyak makanan manis dapat dipicu oleh hormon stres, yang bisanya terjadi pada wanita.


8. Kulit gatal
Sebuah studi baru di Jepang yang melibatkan lebih dari 2.000 orang menemukan bahwa orang-orang yang mengalami mengalami gatal kronis (dikenal sebagai pruritus) dua kali lebih mungkin mengalami stres.

"Meskipun masalah gatal yang cukup menjengkelkan juga dapat menimbulkan stres, namun kemungkinan bahwa perasaan cemas atau tegang juga memperburuk kondisi yang mendasarinya seperti dermatitis, eksim, dan psoriasis. Respons stres dapat mengaktifkan serabut saraf, sehingga menyebabkan sensasi gatal," kata Yosipovitch.

9. Alergi
Dalam sebuah penelitian di tahun 2008 oleh peneliti dari Ohio State University College of Medicine menemukan bahwa, penderita alergi memiliki gejala lebih parah setelah berada dalam kecemasan.

"Hormon stres dapat merangsang produksi IgE, protein darah yang menyebabkan reaksi alergi," kata Janice Kiecolt Glaser, PhD.


10. Bellyaches (gangguan atau sakit perut)
Kecemasan dan stres dapat menyebabkan sakit perut, bersamaan dengan sakit kepala, sakit punggung dan insomnia. Satu studi yang melibatkan 1.953 pria dan wanita menemukan bahwa, mereka mengalami yang stres dengan tingkat tertinggi lebih dari 3 kali lebih mungkin untuk mengalami sakit perut.

Hubungan yang tepat antara stres dan sakit perut masih belum jelas, tetapi satu teori menyatakan bahwa usus dan berbagi jalur saraf otak, dapat bereaksi terhadap stres.
Demikianlah tanda-tanda penderita stres. Jika anda stres segeralah mencari solusinya agar stres tidak berlarut-larut yang bisa merugikan kesehatan fisik maupun psikis anda. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca.





Pijat Bayi Dan Berbagai Manfaatnya

Pijat Bayi adalah praktek pengasuhan anak kuno yang masih dipraktekkan di seluruh dunia. Penelitian medis terbaru telah membuktikan banyaknya manfaat pijat bayi. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi prematur yang dipijat tiga kali sehari selama sepuluh hari mendapatkan kenaikan berat badan hampir 50 persen lebih banyak, lebih aktif dan waspada dan dapat meninggalkan rumah sakit enam hari lebih cepat dibandingkan bayi prematur lainnya. Pijat bayi bermanfaat merangsang syaraf motorik, memperbaiki pola tidur, membantu pencernaan dan meningkatkan ketenangan emosional anak, selain menyehatkan tubuh dan otot-otot. Bayi yang dipijat dengan baik dan teratur dapat tumbuh lebih sehat dan berkembang lebih baik. Berikut adalah beberapa tips pijat untuk bayi.

Cara Pijat Bayi

* Pilih waktu pemijatan saat Anda santai dan tidak tergesa-gesa dan tidak akan terputus di tengah jalan. Jangan memijat bayi sebelum atau setelah makan, atau ketika bayi sakit. Jangan membangunkan bayi untuk dipijat.
* Siapkan perlengkapan pijat seperti minyak untuk memijat dari baby oil, minyak telon atau minyak nabati lainnya, alas, popok bersih dan pakaian ganti. Minyak aromaterapi untuk orang dewasa mungkin tidak cocok untuk bayi.
* Lepas gelang, cincin dan potong kuku-kuku jari Anda yang panjang agar tidak menyakiti kulit bayi Anda yang lembut tanpa sengaja.
* Gelar alas atau handuk lembut di atas permukaan yang datar dan lepaskan pakaian bayi. Anda juga dapat meletakkan bayi di pangkuan Anda. Letakkan bayi dengan posisi telentang saat Anda memijat bagian depan bayi Anda, lalu tengkurap saat memijat bagian belakang.
* Gosokkan hanya sekitar setengah sendok teh minyak pada telapak tangan Anda untuk memudahkan pijatan tangan Anda meluncur di tubuh bayi. Anda dapat menambahkan lebih banyak minyak di tubuh bayi kemudian sesuai kebutuhan.
* Pijat bayi dengan lembut namun tegas dengan telapak tangan atau jari. Pijatlah dengan ringan secara melingkar di dada dan perut, pijat kedua bahu, turun ke bawah di lengan dan kaki lalu kembali ke atas pada bagian punggung. Bayi baru lahir dapat menikmati hanya dua sampai lima menit pijatan, sementara bayi berusia lebih dari dua bulan dapat menikmati lebih lama.
* Jangan terlalu banyak memberikan tekanan pada tubuh bayi yang rapuh dan hindari daerah tulang belakang.
* Tenangkan bayi agar tidak bergerak saat dipijat dengan berbicara atau bernyanyi.
* Kontak mata dengan bayi membuatnya merasa mendapatkan perhatian penuh dari Anda.
* Berhenti memijat secara mendadak dapat membuat bayi waspada. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan pelan-pelan dan lembut saat akan menghentikan pijatan.
* Jangan menggunakan minyak di kepala atau wajah. Jaga agar minyak tidak terkena jemari bayi karena mereka cenderung menempatkan jari di mulut atau mata, sehingga dapat menyebabkan iritasi.
* Selubungi bayi dengan handuk bersih dan hangat setelah dipijat dan peluklah dia.
* Hindari ruam, luka atau daerah di mana bayi mendapat suntikan vaksinasinya atau mungkin karena sakit.
* Anda dapat terus memijat bayi Anda sampai dia berusia tiga atau empat tahun, karena manfaat pijat yang baik sangat banyak.






Sumber :
http://majalahkesehatan.com/

Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak-Anak


Anak-anak sering mendapatkan perlakuan yang disebut pelecehan seksual.  Apakah sebenarnya arti dari Pelecehan seksual pada anak?

Bila kita mendengar kata “Pelecehan Seksual” pasti terlintas di pikiran kita tentang perbuatan yang keji dan biadap. apalagi bila pelecehan seksual itu terjadi pada seorang anak kecil yang pikirannya masih polos dan belum tahu tentang apa-apa.

#. Definisi
Pelecehan seksual pada anak menurut ECPAT (End Child Prostitution In Asia Tourism) Internasional merupakan hubungan atau interaksi antara seorang anak dan seorang yang lebih tua atau anak yang lebih banyak nalar atau orang dewasa seperti orang asing, saudara sekandung atau orang tua dimana anak tersebut dipergunakan sebagai sebuah objek pemuas bagi kebutuhan seksual pelaku. Perbuatan ini dilakukan dengan menggunakan paksaan, ancaman, suap, tipuan atau tekanan. Bentuk-bentuk pelecehan seksual itu sendiri bisa berupa tindak perkosaan ataupun pencabulan.

#. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi korban pelecehan seksual :

• Anak kecil innocent (polos) dan tak berdaya. Apalagi, jika harus berhadapan dengan orang-orang dewasa, terutama orang tua. Itu sebabnya, pelecehan seksual banyak dilakukan oleh bapak, paman, kakek, guru, atau tetangga dekat.

• Rendahnya moralitas dan mentalitas pelaku juga memicu munculnya pelecehan. Moralitas dan mentalitas yang tidak dapat bertumbuh dengan baik, membuat pelaku tidak dapat mengontrol nafsu atau perilakunya.

• Anak mengalami cacat tubuh, retardasi mental atau gangguan tingkah laku juga menjadi salah satu sebab banyaknya kasus pelecehan pada anak. Anak-anak penyandang cacat ini menjadi sasaran empuk bagi pelaku pelecehan seksual, sebab beberapa faktor yang dianggap menguntungkan karena pelaku pelecehan pada anak-anak penyandang cacat biasanya sudah merencanakan niatnya itu dengan memperhitungkan berbagai faktor, yakni keamanan pada saat melakukan dan lemahnya bukti yang bisa dicari karena korban masih anak-anak atau penyandang cacat.

#. Dampak dari pelecehan seksual itu sendiri terhadap anak :

Pelecehan seksual berdampak besar terhadap psikologis anak, karena mengakibatkan emosi yang tidak stabil. Oleh karena itu, anak korban pelecehan seksual harus dilindungi dan tidak dikembalikan pada situasi dimana tempat terjadinya pelecehan seksual tersebut dan pelaku pelecehan dijauhkan dari anak korban pelecehan. Hal ini untuk memberi perlindungan pada anak korban pelecehan seksual. Anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual akan mengalami sejumlah masalah, seperti: kehilangan semangat hidup, membenci lawan jenis, dan punya keinginan untuk balas dendam; bila kondisi psikologisnya tidak ditangani secara serius.

#. Cara-cara untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak :

• Orang tua membuka komunikasi dan menjalin kedekatan emosi dengan anak-anak. Dengan cara menyempatkan diri untuk bermain bersama anak-anak.

• Orang tua disarankan memberikan pengertian kepada anak-anak tentang tubuh mereka dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang lain terhadap bagian tubuhnya. Misalnya, anak diberi pengertian bahwa kalau ada orang lain yang mencium misal di pipi harus hati-hati karena itu tidak diperbolehkan, apalagi orang lain itu yang tidak dikenal.

• Kenalkan kepada anak perbedaan antara orang asing, kenalan, teman, sahabat, dan kerabat. Misalnya, orang asing adalah orang yang tidak dikenal sama sekali. Terhadap mereka, si anak tak boleh terlalu ramah, akrab, atau langsung memercayai. Kerabat adalah anggota keluarga yang dikenal dekat. Meski terhitung dekat, sebaiknya sarankan kepada anak untuk menghindari situasi berduaan saja.

• Jika sang anak sudah melewati usia balita, ajarkan bersikap malu bila telanjang. Dan, bila sudah memiliki kamar sendiri, ajarkan pula untuk selalu menutup pintu dan jendela bila tidur.

• Adanya keterlibatan aparat penegak hukum yakni penyidik, jaksa dan hakim dalam menangani kasus pelecehan seksual pada anak sehingga berperspektif terhadap anak diharapkan dapat menimbulkan efek jera pada pelaku tindak pidana pelecehan sehingga tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual. 

 Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca yang budiman. Aamiin.






Korban Kecelakaan Di Tugu Tani



Berita kecelakaan maut di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, membawa duka mendalam bagi keluarga korban. Mereka rata-rata tidak percaya dan terkejut atas kepergian anggota keluarga yang dengan begitu mengenaskan. Dini misalnya. Ia kehilangan Firmansyah, pria yang baru dinikahinya setahun silam.

Suasana duka sangat terasa di rumah keluarga Firmansyah di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Dini tetap mengaku tidak percaya akan ditinggalkan Firmansyah begitu cepat. Apalagi dirinya kini sedang mengandung 7 bulan. Sebelum jenazah sang suami disalatkan, Dini nyaris tak beranjak dari sisi suaminya.

Selang beberapa rumah dari kediaman Firmansyah, kedukaan terasa di kediaman keluarga Ari, Ujay, dan Akbar yang turut menjadi korban kecelakaan tersebut. Di rumah Ari, keluarga masih membayangkan keberadaan anak semata wayang mereka. Apalagi, tantenya Ari. Ia terlihat sangat terpukul karena korban sangat dekat dengan dirinya.

Di rumah Ujay, nenek Ujay mengaku telah melarang cucunya keluar rumah di hari itu. Sayang, nasihat nenek tidak didengarkan sang cucu, dan sang nenek harus menerima kepergian cucunya untuk selamanya.

Di bagian lain, di akun Facebook Ujay 2 hari sebelum kecelakaan terjadi, seakan menjadi pertanda yang disampaikan pada teman-temannya. Saat itu Ujay membuat statusnya sama dengan korban lainnya, Ari. Mereka membuat status permintaan "maaf sebelum menutup mata".

Keluarga harus merelakan kepergian korban tercinta dengan ikhlas. Kini pihak keluarga meminta secepatnya ada tindakan hukum pada pelaku penabrakan tersebut.

Ini Status Facebook terakhir Ujay 2 hari sebelum meninggal






Referensi: metrotvnews.com

Penjelasan Tentang Psikopat

Apakah Psikopat itu? bagaimanakah ciri-ciri seorang psikopat?

Masih ingatkah anda tentang pemuda yang berasal dari Jombang?

Ia bernama Verry atau Ryan. ia membunuh belasan orang hanya untuk mendapatkan harta milik korbanya, bahkan salah satu korbannya ada yang dimutilasi dan jasat mereka dikubur di halaman belakang rumahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh para psikiater, Ryan diduga memiliki kecenderungan psikopat. Hal ini terlihat dari ekspresi wajah Ryan yang tanpa rasa bersalah dan sesal ketika menceritakan proses pembunuhan yang cenderung sadis.

Sebenarnya apa psikopat itu ?

Mengapa Ryan sampai tega membunuh para korbannya dengan cara yang sadis ?

Psikopat adalah kelainan tingkahlaku, khususnya tingkahlaku anti sosial, yaitu tingkahlaku yang tidak memperdulikan norma-norma sosial dan merugikan orang lain.

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit.. seorang psikopat tidak mempunyai “hati nurani”, ia berbuat semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dalam bentuk ekstrimnya seorang psikopat dapat menjadi pembunuh berdarah dingin atau penipu ulung. psikopat dan gila adalah dua hal yang berbeda, karna seorang psikopat sadar atas perbuatannya, sedangkan seorang yang gila tidak sadar atas perbuatannya.

Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Mengapa seorang psikopat selalu melakukan tindakan kejahatan ?

Berdasarkan hasil Riset, hal itu di sebabkan karna terjadinya gangguan koneksi jaringan emosi ke otak. Gangguan koneksi ini melibatkan komunikasi emosi atau perasaan yang terhubung dengan bagian di dalam otak. Hal ini dapat menggerakkan perasaan setelah otak dan emosi berkomunikasi mengambil keputusan akan tindakan yang harus dilakukan oleh bagian-bagian tubuh tertentu.

Dilansir melalui Reuters, Selasa (11/8/2009), sebuah studi yang dilakukan ilmuwan Inggris menemukan bahwa di dalam otak seorang psikopat terdapat sebuah ‘lubang’ yang memutuskan alur komunikasi otak dengan emosi. Hal ini berbeda dengan kondisi otak yang dimiliki orang normal, yang masih terbentuk dengan sempurna. “Sayangnya sampai saat ini belum ditemukan kapan dan bagaimana ‘lubang’ dalam otak itu bisa terjadi” ujar peneliti dari Institute of Psychiatry dari King’s College London, Michael Craig.

Beberapa jenis psikopat antara lain :

1. Jenis yang simpatik tetapi tidak bertanggung jawab. Tingkahlakunya yang sopan dan menarik digunakannya untuk menipu atau menjerumuskan orang lain.

2. Jenis yang memusuhi dan pembrontak terhadap semua hal yang tidak disukainya. Orang seperti ini biasanya membandel, keras kepala, suka membantah dan melawan.

3. Jenis Hipokondris, yaitu yang selalu membuat seolah-olah sakit-sakitan, tidak berdaya, agar perhatian semua orang tertujuh padanya dan dengan demikian dia dapat merugikan orang lain, karma waktu orang lain hanya habis untuk merawat dia saja.

4. Jenis yang anti social, yang betul-betul tidak peduli akan kepentingan orang lain, bahkan jiwa orang lain tidak diperdulikannya. Seorang Psikopat dari jenis ini dapat mencuri, membunuh, melakukan kejahatan seks dan sebagainya, tanpa ia sendiri merasa bersalah atau berdosa.

Adapun ciri-ciri seorang psikopat :
1. Selalu berbohong

2. Pandai bersandiwara

3. Egois dan menganggap dirinya hebat

4. Emosional dan mudah tersinggung

5. Prosesif dan cemburu berlebihan

6. Selalu mencari perhatian orang lain

7. Bersikap anti sosial

8. Tidak punya rasa bersalah dan sesal, meski sudah melakukan kesalahan

9. Mempunyai sifat curang dan licik

10. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban dan tindakan sendiri

11. Hidup sebagai parasit karna memanfaatkan orang lain

12. Tidak memiliki rasa empati

13. Tidak dapat mengendalikan perilaku sendiri

14. Persuasif dan mempesona di permukaan.

Penyebab psikopat :

Penyebab seseorang menjadi seorang psikopat masih belum jelas namun ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis dan sosial. Faktor lingkungan fisik dan sosial yang beresiko berkembangnya seorang psikopat menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orang tua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang beresiko lainnya adalah hidup ditengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan kriminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan dan lain sebagainya.

Kirkman (2002) percaya bahwa psikopat terbentuk karena salah asuh pada masa kecil, ia berpendapat bahwa Psikopat bisa dicegah sedini mungkin dengan memberikan asuhan yang tepat sehingga meminimalkan resiko individu kekurangan afeksi pada masa kecilnya.

Cara mendeteksi, apakah seseorang psikopat atau tidak :

Saat ini telah ada alat untuk mendiferensiasi antara orang-orang dengan gejala psikopat dengan yang tidak, yaitu Psychopath Check List – Revised (PCL-R) yang dikembangkan oleh Prof.Robert Hare yang terdiri atas 20 kuesioner yang memiliki skor 0-2 di setiap pertanyaan. Indonesia saat ini menggunakan Tes Minessota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) untuk mendeteksi kepribadian psikopat ini yang didalamnya terdapat skala klinis, Skala isi, dan Skala penunjang. Alat ukur lain yang digunakan berdasarkan teori yang sudah eksis (metode deduksi) adalah Primitive Defense Guide (Helfgott, 2004), Rorschach (Cunliffe & Gacono, 2005), ToM (Theory of Mind) (Dolan & Fullam, 2004; Ritchell, et al. 2003), SCT (Sentence Completion Test) (Endres, 2004), dan NEO PIR (Miller & Lynam, 2003).






Daftar Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikopat Kategori: Psikologi | Penyakit jiwa Maslim,
Rusdi, dr.Sp.KJ. Deteksi Psikopat dengan Tes MMPI-Indonesia .Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.
Anuz, Husein, dr.Sp.KJ. Psikopat Dalam Keluarga.Proceeding Seminar Nasional Psikopat : 2006 Jan 21-22, Jakarta-Indonesia; 2006.
Crow,L.D., Crow, A.: Reading In Abnormal Psychology, Littkefield, Adam Paterson, New Jersey, 196